Jumat, 21 Maret 2014

Mau LULUS

Bismillahirrahmanirrahim

Ya Allah, hamba ingin menapaki jalan-Mu dengan sebenar-benar kaki ini menapak
Dengan segala kerendahan hati dan keikhlasan,
hamba ingin memberikan kado terindah untuk kedua orang tua
Amiin....

“LULUS”, kata itulah yang dinanti oleh mahasiswa semester atas saat mengerjakan skripsi atau tugas akhirnya, saat pendadaran,

Tapi jangan hanya asal lulus ya...! kalau bisa lulus dengan predikat yang baik (CUMLAUDE) dan yang terpenting kita benar-benar memahami ilmu yang telah kita pelajari selama kuliah. Dan selanjutnya ilmu itu bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

Dan yang menjadi masalah selanjutnya adalah setelah lulus itu mau apa ? mau melanjutkan study, mau cari kerja atau mau menciptakan lapangan kerja sendiri, atau mau menikah bagi yang sudah siap dan sudah dipertemukan dengan jodohnya....hehe

Semua itu pilihan, mana yang terbaik untuk kita karena kita lebih memahami diri kita. Dan yang pasti jangan lupa untuk selalu ber’doa... karena itu adalah kekuatan yang sangat berharga.

Do’a itu adalah bagian dari ibadah, karena dengan do’a kita bersikap iffah,yang berarti kita hanya berkeluh kesah atau mengadukan semua masalah kita hanya kepada Allah SWT. Karena ketika kita meminta kepada Allah adalah suatu bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan pertolongan.

Berbicara tentang ilmu itu sangat luas sekali. Bagi penulis yang consern di bidang eksak khususnya Ilmu Kimia, itu saja sudah sangat luas sekali. Sudah belajar kimia kurang lebih 8 tahun dari SMK sampai sekarang namun itupun baru secuil saja yang dipelajari dari bidang kimia. Belum lagi ilmu-ilmu yang lain, begitu luaslah ilmu Allah. Maka kita harus senantiasa belajar..., belajar...., dan terus belajar. Persis seperti pepatah mengatakan “ Tuntunlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat !”.

Kemudian setelah kita LULUS formalitasnya adalah wisuda, itulah yang biasanya dinantikan juga oleh orang tua yakni menghadiri wisuda kelulusan putra/putrinya yang merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Seperti orang tuaku juga yang katanya tak terasa putrinya sudah mau lulus, yang awalnya setengah hati mau kuliah karena biayanya namun akhirnya sudah mau lulus juga. Alhamdulillah... karena selama ada kemauan dan itu niatnya baik, insyaAllah ada jalan. Begitulah saya ingat kata ust. Supriyanto Pasir, dan benar sekali... saya merasakannya.

Semoga penelitianku segera selesai, mendapatkan hasil yang terbaik dan segera LULUS.
Dan semoga teman-teman Kimia 2010 semua juga diberikan kemudahan dalam skripsinya. Amin...
Semangat teman-teman...!

   



Selasa, 18 Maret 2014

SABAR...

Rahasia Sukses Orang Beriman
Dikutip dari Buku Pintar Akhlak Karya Dr. Amr Khaled (Motivator  Muslim Dunia)

Ketika berbicara tentang sabar sesungguhnya kita sedang berbicara tentang separuh iman dan tentang salah satu prinsip dasar agama Islam. Hal yang membantu untuk bersabar adalah pemahaman tentang kedudukannya. Allah SWT mengajarkan kepada kita bahwa alam muncul secara bertahap dan bahwa semua urusan tegak diatas kesabaran.

Ada tiga macam kesabaran :
1 1. Sabar dalam melakukan ketaatan yakni senatiasa menjaga ketaatan seperti shalat Shubuh, shalat malam,   dan dzikir.
2 2.  Sabar dalam meninggalkan maksiat dan segala bentuknya.
3 3.  Sabar dalam menghadapi ujian, misalnya engkau sabar mengahdapi godaan setan sebenarnya engkau bisa melakukannya tetapi engkau tidak melakukannya.

Yang tertinggi adalah kesabaran dalam meninggalkan maksiat dan melakukan ketaatan. Manusia berhak memilih untuk melakukan atau meninggalkan maksiat. Adapun ujian bukanlah kehendak manusia tetapi berasal dari sisi Allah SWT. Ujian pasti datang, hanya manusia ridha atau tidak.

 


Rabu, 05 Maret 2014

Konsultasi bermakna...

Rabu, 05 Maret 2014 @ruang Pak Arso

Pagi tadi tidak direncana, tidak sengaja tapi ini pasti sesuatu yang sudah ditetapkan Allah. Bahwa hari ini aku mendapat hikmah... Aku ikut nina, ami dan tika ketemu pak Arso untuk bimbingan. Memang terkadang bapak-bapak dosen kita itu tak bisa diprediksi, maksudnya kebaikannya,,,. Ikut mereka bertemu beliau tadi cukup membuat hati saya tergugah dan bersemangat kembali.

Malah aku terharu banget, ternyata bapak dosenku yang satu ini baik banget. Memang sih kalau penah liat beliau nguji mahasiswa dikenal komentarnya yang cukup membuat hati uuuhahhh..., maaf ya pak hehe..., tapi saya tahu sebenarnya bapak itu baik. Dan saya juga tahu bahwa sebenarnya semua ibu dan bapak dosen kimia itu semua baik. Mungkin hanya karena lagi sibuk saja, makanya kurang memperhatikan mahasiswanya, terutama suara hatinya.  

Kami tadi mendapatkan pelajaran yang cukup menarik dan berharga dari beliau, selain beliau yang telah menyempatkan waktunya untuk kita konsultasi masalah skripsi, terimakasih....,
Ada beberapa kalimat bermakna yang masih kuingat, yaitu pas tika bilang dikiranya bimbingan itu seram ya... trus kata beliau, “sebelum tak suka sama orang maka ta’aruf dulu”. Setengah bercanda sih, tapi itu maknanya dalam lho...  Yah.., memang betul sekali, hendaknya kita memang harus mengenal sifat seseorang dahulu sebelum kita menyatakan suka atau tidak suka pada seseorang. 

Trus bercandaan lagi, pas tika bilang dirinya belum mahir mengolah kata, kemudian beliau menyahut, “Iyalah jadi wanita itu tidak hanya belajar mengolah kata, tapi juga mengolah makanan. Tidak hanya belajar ngaji juga, tapi juga belajar mengurus rumah”. Masya Allah..., lagi-lagi makna yang begitu dalam kutangkap, memang jadi seorang wanita itu harus bener-bener siap lahir dan batin. Apalagi mahasiswi semester atas seperti kita yang insyaAllah sebentar lagi akan LULUS.  

Ya Allah.., apalagi tugas seorang wanita itu bisa dikatakan besar, tapi itu adalah tugas yang mulia. Selagi kita sedang berkutak-katik dengan bahan kimia, ngerjakan skripsi, tapi kita juga harus mempersiapkan masa depan, kita ingat bahwa tugas seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga. Setinggi apapun sekolah seorang wanita, ia akan tetap dinilai hebat dari keberhasilannya dalam mengurus rumah tangga. Ketaatannya pada suami dan keberhasilannya dalam mendidik anak.

Konsultasi tadi pagi itu membuat aku bersemangat pengen belajar lagi. Yah..., belajar semuanya belajar kimia yang lebih bisa bermanfaat lagi khususnya aplikasinya, belajar menghargai sesuatu apapun termasuk kejadian yang menimpa diri kita dan belajar untuk menghadapi masa depan.
Dan tadi saya bertanya pada beliau tentang skripsi saya yang belum jelas, beliau cukup memberiku penjelasan dan memintaku bertanya lagi ke pembimbing. “Sabar ya Er...”, “trus tugas kalian (bilang ke Nina, Tika dan Ami) menyemangati Erni”, kata beliau. Ha..ha dukung... J hhmm terharu sekali...
O iya, milad kemarin itu beliau juga satu-satunya dosen yang memberiku ucapan dan do’a.


Terimakasih bapak..., hari ini telah memberikan makna yang begitu berarti untukku ... Jazakallahu khairan... 

Bahagia itu Sederhana



“Bahagia itu sederhana”, begitulah penjelasan sebuah kata bijak.
Bahagia menurutku adalah sebuah rasa yang membuat kita senang, dan anggapan bahagia setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana cara pandang orang tersebut.
Rasa bahagia biasanya tersimpul dalam sebuah senyuman atau bahkan terlontar dalam gelak tawa. Namun bukan bahagia yang membuat kita tersenyum, tetapi senyumlah yang membuat kita bahagia. Iyakan, sepakat....?

Lalu bagaimana, ketika masalah datang? Apakah kita juga harus tersenyum... ?
Yah, kita bisa hadapi masalah dengan senyuman. Kita ini hidup mas/mbak  jadi mesti ada yang namanya masalah. Dan setiap masalah yang datang  bukan untuk diratapi tapi untuk dihadapi dan dicari solusinya. ^ ^yang lagi bermasalah dengan skripsi, Sabar... pasti semua yang terjadi  ada hikmahnya. Segera bergerak dan selesaikan... Semangat! #menyemangati diri sendiri.

“Jadikanlah setiap bertemu masalah, kemampuan dan kemauan mengatasinya lebih besar dari masalah yang ada. ”

Bukankah harusnya kita bersyukur karena masih diberi masalah... ? #cari jawabannya sendiri, di Kitab suci Al Qur’an sudah tercantum.
Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah. Selalu ada celah dari goa yang rapat,selalu ada lubang dan pori-pori dalam tanah, selalu ada jawaban-jawaban dari sebuah pertanyaan. Artinya, segala masalah yang datang sudah didesain oleh Allah beserta jalan keluarnya.

Lalu, apa itu sederhana?
Sederhana menurutku adalah sikap tidak berlebih-lebihan/lebay dan juga tidak terlalu kurang/merendah. Bagaimana ini kata-katanya.., pokoknya begitulah...
Bukankah Allah juga tidak menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan ?
Ngomong-ngomong soal sederhana, aku jadi teringat sama bapak. Ya..., bapak saya itu sosok orang yang sederhana, mungkin karena itulah dan lingkungan keluarga juga yang membuat saya belajar menjadi orang sederhana.

Bukan dari fisik atau sesuatu yang kita lihat yang utama kita nilai, tapi apa yang ada didalamnya. Bukan rumah megah yang membuat sebuah keluarga bahagia, tetapi orang-orang yang ada didalamnyalah yang membuat kita bahagia. # I love my family...
Dari dulu, ibu kalau membelikan sesuatu dari pakaian, peralatan sekolah, dll. itu katanya “Rasah sik larang sik penting keno nggo ganti” maksudnya ga usah yang mahal yang penting bisa buat ganti, buat ngleremi/ngedem-ngedemi juga sich...hehe. Yang penting sesuai fungsinya, tapi awet juga kok, dan ada betulnya. Kalau sepatu/tas belum rusak belum beli...paling punya 1 atau 2 serep paling banyak kalau datang musim hujan.

Terus, lagi soal perabot rumah tangga, karena bapak bisa buat perabot sendiri jadi seluruh perabot yang ada di rumah ga perlu beli, mulai dari tempat tidur, lemari, buffet, rak hingga meja/kursi. Masih ingat dulu ketika kecil, aku dan kakakku pengen dibelikan kursi yang empuk dan kata bapak “Kursi rotan we, malah luwih awet tur murah, durung mesti kursi empuk awet, nek nggawe dhewe kan nggo kayu sik apik dadi luwih awet”, dan memang terbukti hingga sekarang kursi rotan itu masih berdiri tegak, cuma pernah 1 kali ganti rotan.

Pernah juga dulu ketika rencana mau beli motor lagi selain motor alfa yang sudah ada, yang dibeli tahun ’95. Hingga sekarang berarti sudah emmm... 19 tahun, kalau orang udah ABG itu. Kalau motor sudah apa ya... Itupun belum jadi-jadi, bukan karena ngga ada uang tapi karena memang belum butuh. Kata bapak, “Ra papa motor suarane sero, malah rasah kulanuwun” , memang motor alfa itukan suaranya kenceng banget, dari jauhpun sudah bisa ditebak. Jadi kalau mau bertamu ke tempat orang ga perlu permisi, orang udah keluar duluan. Ha..ha...

Bapak baru beliin motor supra itu, ketika aku kelas 2 SMK. Karena memang butuh, waktu itu aku ada jadwal sore dan harus pulang malam, ga bisa kalau naik bis.
Kok malah curhat masa lalu sich...^ ^ diambil sisi positifnya aja...
Kembali ke topik utama, Jadi bahagia itu bisa muncul dari sesuatu yang sederhana, salah satu simbol sederhana dari kebahagiaan adalah senyuman.

So, keep your smile, supaya kamu tetap bahagia. Ok Oke... J!













Senin, 03 Maret 2014

“Si Abu”

Ketika aku bangun pagi
Kulihat rintik-rintik, tapi bukan rintik air
Ketika kutengadahkan wajahku ke langit, sesuatu masuk ke mataku
Ternyata rintik itu, hujan abu...

Pagi itu tampak lebih gelap dari biasanya
Hingga beberapa jam hujan itu turun,
Ternyata ia telah menyapa seluruh kota Jogja  dan sekitarnya

Kulihat daun-daun merunduk, bahkan adapula yang patah
tak kuasa menahan beratnya abu yang menutupi permukaannya
Ketika siang datang menjelang, matahari tak begitu tampak
Tapi dengan panasnya, sudah mengeringkan abu yang tadi pagi sempat dibasahi gerimis

Siang itu begitu riuh dengan abu yang beterbangan
Di jalan-jalan, daun-daun, atap rumah...
Hingga harus membuat setiap orang yang keluar rumah
Memakai alat pelindung diri

Orang-orang membersihkan halaman rumah dan jalan-jalan
dari  si abu yang satu ini,

Dan hingga tiga hari dari turunnya abu ini,
kulihat di luar rumah, daun-daun masih lekat dengan abu
Atap rumah masih tebal dengan abu
Ketika melewati jalan-jalan, masih banyak abu beterbangan
Semoga segera turun hujan deras, yang dapat membersihkankan si abu ini

Gunung Kelud sedang bergolak,
Muntahan material yang keluar begitu dahsyat
Meski jarak berpuluh kilometer
Namun muntahan materialnya terbawa angin hingga Jojga

Itulah salah satu bukti kekuasaan Sang Maha Kuasa

# @home, “ menanti turun hujan ditengah-tengah debu abu”
Alhamdulillah, malam harinya hujan deras... J


Rabu, 26 Februari 2014

3 Malaam I’tikaf

14 Agust. 13 @home
Ketika itu hari ahad 4 Agustus 2013, ana pulang dari tempat KKN. Huuh... rasanya pengen sekali cepet tiba di ULIL..., ^^naik motor. Pas sampai di hampir per4an Degolan itu, ana melihat dari kejauhan megahnya kubah kuning....hoou langsung mata ini berkaca-kaca, masyaAllah... kangeeeen banget... sudah bener-bener ana menyiapkan diri dan hati ini untuk beri’tikaf 3 malam terakhir Ramadhan ini. Maklum ditempat KKN ibadahnya belum bisa maksimal, tarawih 23 rakaat 30 menit... ^sedih Cuma ikut sekali. Pas sampai di depan ulil itu, “Ulil... ana merindukanmu “, ^tampak megah nan indah kulihat kubah kuning yang diselimuti awan diatasnya, menambah keindahannya....   

Setelah tiba di asrama, “Assalamu’alaikum,” dengan semangat ana ucapkan... Neli menyambut yang sedang di kamar chacha siap-siap mau pulang mudik sorenya. Habis itu masuk kamar, Subhanallah... kecewa super berantakan, lemari + isinya terbuka dan acak-acakan. sudah ditinggal bersih kok pulang kondisinya begitu Tapi ya sudahlah..., Masuk kamar mandi haduh... super kotor... kenapa begini, akhirnya ana juga harus turun tangan.
Sudah selesai bersihkan diri, uhhh seger rasanya. Diajak mb Za beli gorengan buat pembatal. Pergi kedepan boulevart yang masih cukup ramai meski mahasiswa sudah banyak pulang. Pas mau nyebrang ketemulah dengan mas Lanjar dan Mas Chepy, Langsung senyum terlepas dari bibir ana. Rasanya seperti bertemu dengan saudara, sungguh.... menyapalah mereka...”ehhh, mb erni tho...Alhamdulillah tambah personil” kata mas Lanjar, kaREna memang sudah banyak yang yang pulang. Mas chepy juga menyapa...eh tertnyata ia lagi ada tragedi sama mb zahra, pastes agak aneh sikapnya. Sudah pergilah mereka... Pas menyiapkan takjil, bertemulah ana dengan teman-teman, rasanya seneng sekali... jadi semangat.

Alhamdulillah, Akhirnya ana bisa melewati 3 malam terakhir i’tikaf. Acung jempol buat teman-teman yang telah mempersiapkan dengan begitu detailnya. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya jama’ahnya begitu banyak, sekarang juga lebih tersrtuktur. Ustad-ustad ternama beri’tikaf di Ulil ternyata. Ada ustadz Awan, Ust. Fatan, Ust Faudzil dan gurunya dan tentunya Ust. Ulin yang juga menjadi imam qiyamullail.
Ketika itu kulewati malam ke-28, habis tarawih baca Qur’an sebentar dan tertidur masih lelah perjalannan KKN. Bangun sampai shalat Lail... inilah yang ana tunggu-tunggu, lantunan ayat suci yang dibacakan ust. Ulin begitu menggetarkan kalbu. Meski bacaanya panjang tapi begitu khusyu’ dengan suaranya yang begitu menyentuh hati. Malam itu dibacalah surat Al Mujadalah di rakaat pertama shalat, dilanjutkan surat lain juz 28 di rakaat yang lain.

Malam ke-29, habis shalat tarawih ana tetidur kemudian terbangun sekitar pukul sebelas. Lalu kuambil air wudhu, dan ana baca Al Qur’an hingga pertengahan malam. Trus ana pengen istirahat... ngambil snack dulu ah... eh ada mb Endang duduk disamping jendela yang juga sedang makan snack. Akhirnya kami ngobrol sebentar sambil makan tanggo coklat... “Penasaran lho dek,,, bagaimana ya keadaan saat malam lailatul qadar itu turun”,  kata beliau. “Iya ya Mb.. gimana ya tanda-tandanya?”,tanyaku. Kata beliau tandanya itu, malam terasa tenang kemudian pagi harinya matahari tidak panas juga tidak mendung. “Kok tadi sore itu tumben juga hujan, kan selama sepuluh hari terakhir ini belum ada turun hujan, apakah ini tanda akan turun lailatul qadar”, kata beliau dengan gayanya yang sangat ramah dan semangat. Sangat suka, beliau sangat baik... dan paginya memang matahari nampak berbeda, apakah memang malam itu turun lailatul qadar? Wallahu’alam... , Dan malam itu dibaca surat Al Mulk pada rakaat pertama qiyamullail dan surat lain juz 29. ==

Akhirnya tibalah malam terakhir bulan ramadhan, malam ke-30. Dibacalah surat di juz 30  saat qiyamullail. Selesai shalat qiyamul lail, benar-benar tak tertahan melelehlah butiran air mata ini... sebelumnya pas shalatpun ana juga tak kuasa menahan air mata ketika dibaca surat Abasa, Ingat  ayat yang artinya kelak di hari akhir kita tidak akan peduli pada siapapun... kita akan terpisah dari ibu, ayah dan kerabat kita... ditambah surat – surat lain yang banyak menggambarkan hari kiamat... Hmmm langsung meleleh air mata..., Masya Allah, memang tidak ada daya dan kekuatan Kecuali Allah Yang Maha Kuasa.   Ditambah lagi, ramadhan yang ternyata telah usai tahun ini. Semoga dipertemukan kembali di ramadhan tahun depan dengan keadaan yang lebih baik. Amiin..

    


Goes To MalanG...


Pagi hari kamis, ana dapat sms dari mas Lanjar... diajak silaturahim ke malang tempat kak fatur sekalian jalan-jalan ke bromo. Lagsung girang, dan langsung ana bales mau ikuut... Ana suka sekali dengan jelajah alam, memang benar tidak akan pernah bosan untuk dinikmati. Menikmati keagungan-Nya...

Malam Ahad, 10 Agustus 13 kami para penghuni terakhir Al Mahfudz dan Al Zain berangkat pergi ke Malang.  Dengan mobil “ulil alphard” hijau yang tangguh bernopol AB 1303 SZ, kami ber sebelas menaikinya. Di depan ada mas Harun sebagai driver, mas Ali dan Mb Zahra. Ditengah ada mb chil,vivi,Mj dan ana. Di belakang ada mas Memed, mas Billah, mas Indraji dan mas Lanjar.

Perjalanan berangkat kami cukup lama, macet karena arus balek dan eremania. Di perjalanan begitu seru dengan guyonan mb zahra yang ditimpali degan mas Lanjar dan mb chil. Dengan permainan pertnyaan mereka, dengan guyon mas Memed yang terlalu banyak dicandain. Sempat berhenti makan dan istirahat dimasjid. Akhirnya sampai di rumah kak Fatur hari ahad malam ba’da isya.

Paginya kita diajak sarapan mie ayam..., trus ke pondoknya kak Fatur, lalu jam sepuluhan kita berangkat menuju Bromo, Bener-bener spesial Cuma mobil hijau kita yang diijinkan masuk lainnya harus ganti mobil. Kita melewati padang pasir yang begitu luas, panas tapi sejuk. Perjalanan menuju Bromo ini sangat menakjubkan, di kanan kiri tampak indahnya pegunungan , nampak pula puncak Gunung semeru. Tampak pula lautan awan yang Masya Allah..., indahnya...kita sempat foto di gerbang masuk dan di padang rumput pakis-pakisan dan juga banyak  tumbuh bunga eidelweis “bunga keabadian” katanya.

Kita naik ke kawah Bromo ditengah debu dan terik matahari, banyak tunggangan kuda. Nah..., saat naik ini ana sempet mau pinsan. “Rasane wis semrepet”, dan akhirnya ana muntah... didepan ada mas lanjar dan mas indraji lagi, dibelakng ada vivi.  Haduh.... “maaf ya”, kataku “haah sudah biasa”, kata mas Lanjar, ana jadi agak pusing. Haah padahal mau menikmati indahnya alam, malah jadi begini... tapi ana masih sempet melihat kawah yang mengalir air panas belerang. Masya allah...

Disuruh foto.., aduh nie lagi kliyeng orang ngajak foto... akhirnya ana difoto sendiri. Pas sakit ini sempet-sempetnyalah ana difoto, tapi bagus hasilnya kata mas lanjar... Setelah puas berfoto kamipun turun, dengan digandeng mb za... ditemani mas Ali dan mas Billah ana sampai ke mobil.

Kemudian kami pulang menuju rumah kak Fatur lagi, tapi harus muter lewat Pasuruan. Ditengah perjalanan kak fatur ngomong nie.. nanti tanjakannya cukup tinggi jadi hati-hati. Eh... tak berapa lama, kami bertemu tanjakan yang membuat kami khawatir, mj berteriak, langsung kami turun “ambil batu”, kata mas Ali... Kak Fatur pun ikut khawatir sampai motornya hampir jatuh. Akhirnya mobil terkendali dan dinaiki sendiri oleh mas Harun, kamipun jalan kaki menyusul. Ughhh tanjaakan... “sepertinya memang kelebihan muatan, pas sendiri ok aja jalannya”, kata Mas Harun. Tanjakan berikutnya ana dan mb chil aja yang disuruh naik, gara-gara tadi ana sudah tepar. Setelah tanjakan ekstream terlewat, kamipun kembali menaiki mobil melanjutkan perjalanan. Di masjid kami shalat dan makan bekal yang sudah disiapkan umi kak fatur. Dan lanjut perjalanan hingga malam tiba di rumah kak Fatur.

Setelah bersih ana shalat di mushala, trus tidur soalnya pusing banget. Biasanya kalau pusing begini buat tidur nanti bangun sudah sehat lagi. Ana sudah males makan, dan tidak ikut makan malam. Tapi tidurnya jadi klisikan... paginya terasa laper hhha... tapi Alhamdulillah, sudah ga pusing lagi...

Paginya ana, mb zahra, Mj, mas harun mas lanjar dan mas indraji ikut belanja bahan makanan buat umi masak. Dari Pasarpun kami masak untuk bekal perjalanan pulang. Sebelum pulang kami makan bakso sampurna, kemudian berfoto di masjid Tiban. Dari masjid kita berpisah dan pamitan dengan kak Fatur, Jazakillah.. buat kak Fatur dan keluarga. Semoga dimudahkan dan dilancarkan rizkinya... Amin... Kamipun melanjutkan perjalanan dan Alhamdulillah lancar..., sampai asrama pukul dua pagi hari Rabu.

Perjalanan yang menyenangkan, dan insyaAllah tak terlupakan... Banyak hikmah dari perjalanan ini...  

Selasa, 25 Februari 2014

Ekspedisi Ke Puncak Andong with TeMan2 KKN


“Kita kan belum pernah jalan-jalan nih... sebelum pulang ayoklah kita jalan-jalan”, ajak teman-teman putri. Hari Ahad tanggal 1 September 2013, akhirnya kami bertujuh Amri, Yoga, Mas Reksho, Nina, Luluk, Dea dan ana melakukan ekspedisi ke puncak Andong. Brian ga ikut karena sedang balek Jogja bikin plakat. Malam sebelumnya kami sudah berencana untuk bangun pagi-pagi jam 3. Emmm... padahal biasanya terik matahari menyongsong  baru pada bangun. Semuanya pada semangat... Yoga ,  anak yang ngaku suka naik gunung ini semangat banget. 

Pagi jam tiga Nina udah bangun, anak2 cewek juga pada semangat. Dan kamipun berangkat pukul 4 pagi sebelum Subuh. Dengan membawa bekal 4 botol air mineral, 3 butir jeruk dan 1 bungkus wafer dan sarapan pisang  kami berangkat. Setelah pamitan pada Bu Imah kami langsung tancap gas. Amri sama Nina, Luluk sama Yoga , Ana didepan sama Dea dan Mas Reksho sendiri... Udara dingin, angin yang cukup kencang dan kabut yang masih sangat tebal tak menggoyahkan semangat kami. Bener-bener menikmati suasana pagi yang indah, sinar-sinar lampu masih menyala di atas pegunungan. Indah sekali...

Namun tiba-tiba ditengah perjalanan ... sssttt berhentilah Amri dan Nina, Eh ternyata bannya bocor, hampir kecewa...ditengah sawah yang masih gelap harus menuntun motor.  Alhamdulillah tak jauh dari situ kami menemui warga dan bertanya ada tukang tambal ban atau tidak, dan Alhamdulillah tempatnya dekat namun harus ngetok pintu. Sembari menunggu nambal kami shalat Subuh di Mushala. Dan usut punya usut setelah tanya pada bapak yang ada disitu kita kebablasan jalannya, kalau terus bisa sampai Salatiga. Ternyata ada hikmah di balik bocornya ban motor. Kita jadi ditunjukkan jalan dan berhenti untuk segera shalat Shubuh.

Setelah melalui 3 kali tambal ban kerena bannya ternyata udah pernah bocor dan lepas tambalannya, kamipun melanjutkan perjalanan. Dengan modal bertanya, sampailah kami di kaki gunung Andong. Kami menitipkan motor ke warga dan mulai melakukan pendakian. Di kaki Gunung banyak tumbuh pohon pinus.. bagus banget. Jalan mendaki Puncak Andong tidak terlalu terjal namun cukup membuat jantung ini bedebar sangat kencang, napas tersengal dan harus berhenti untuk istirahat mengatur nafas. Berfotolah kami ketika perjalanan  mendaki gunung.

Di tengah perjalanan kami bertemu juga dengan anak-anak KKN unit lain, banyak juga ternyata yang melakukan pendakian. Tapi mereka turun, Kita baru mau naik ketemu juga sama Said. Di tengah perjalananpun sudah tampak pemandangan yang sangat indah...sekali. Kita bagaikan berjalan ditengah lautan awan... meski matahari sudah agak terasa hangat namun semangat kami tetap menyala.

Setelah melalui pendakian kurang lebih 1,5 jam sampailah kami di puncak Bukit Andong... Diatas tampaklah jelas megahnya  gunung Merbabu bersebelahah dengan Merapi dan disisi yang lain agak jauh tampak pula gunung Sindoro dan Gunung Sumbing... berada di atas awan putih yang cukup tebal, ditemani angin yang berhembus pelan dan matahari yang mulai menghangat, tampak nan indah ... mahakarya Sang Pencipta. Masya Allah...

Diatas kami berfoto, makan jeruk, dan yang paling gokil adalah Kita bikin video Harlem Shake di puncak Andong “ide Amri yang suka bikin video. Tak disangka Yoga yang pendiam itu gaya jogetnya aduh... gokil juga. Setelah puas foto di puncak dan menikmati indahnya pemandangan, kamipun segera turun untuk kembali ke Posko.

Tadi perjalanan mendaki ngos-ngosan dan turunnya membuat kaki gemetaran,,, Namun meski kaki terasa sakit, sangat puas dan rasanya terkalahkan  oleh  indahnya pemandangan yang dirasakan. Yang mah ga masalah, kami harus pelan-pelan. Luluk masih kuat, Nina turun sambil perosotan kerena memang agak licin, ana sempet gandeng dea pelan juga. Banyak warga menyapa, suka... disini warganya sangat ramah dengan pendatang...  

Ana seneng banget.... akhirnya harapan ana untuk bisa mendaki gunung Andong bisa terwujud. Karena tiap pagi ana hanya bisa memandang dari posko indahnya bukit itu dan dalam hati ana bertanya kapan ya.. bisa pergi ke bukit itu?, katanya bisa didaki. Dan akhirnya kesampaian juga, Alhamdulillah... terimakasih teman-teman...



About KKN (pART #2)

Hari Jum’at, 16 agustus kemarin ana balek lagi ke tempat KKN setelah kemarin dijeda libur Lebaran. Lumayan ada refreshing setelah jalan-jalan ke Bromo. Ana merasa KKN tahap kedua ini lebih banyak kegiatan dan merasa sudah lebih nyaman.

O iya..., disini ternyata banyak pemandangan yang indah, masyarakatnya ramah, setiap kali bangun pagi begitu terasa dingin. Setiap pagi ana melihat puncak pegunungan yang indah, setiap kali jalan ke Grabag ana menikmati pemandangan yang saaangat indah. Nampak merapi begitu indah nan kokohnya, tampak pegunungan Telomoyo... MasyaAllah indah sekali....,

Disini banyak sekali anak kecil... pada suka maen ke posko. Hari Ahad, 25 Agustus 13 kemarin kita ngadain lomba 17-an... lumayan seru...,

Tak terasa, sebentar lagi udah mau kelar nih.... Alhamdulillah program juga berjalan dengan lancar. Kok rasanya masih pengen tinggal ya..., udah jadi cukup deket. Meski unit ana aman ga ada “cinlok...” eh apa itu...? cilok kalie... ha enak itu...^^, kayanya semuanya kuat dengan karakter masing-masing. 

Ana yang dianggap kalem ini, dipanggil “mbak” sama semua temen-temen kecuali pak ketua. Karakter dari kami sepertinya aman, jadi ga ada cinlok seperti kebanyakan unit lain (afwan ya... yang baik aja kok yang ana tulis disini) pak ketua Mas Reksho dari Cirebon, jurusan elektro tapi juga pinter MIPA dengan gayanya yang maskulin dan ucapannya yang suka bikin ketawa..., Amri dari Pekalongan, anak yang suka menyebut dirinya “arsitek muda” karna memang usianya masih sangat muda, dengan gayanya yang lucu dan cerita imajinasinya yang tinggi cocok jadi arsitek... bikin kita terpingkal... dan Ok-nya ia yang paling tertib Shalatnya diantara cowok yang lain. Pengetahuan Islamnya juga banyak coz, ia anak pondok dari SMP. Yoga, anak Hukum dari Palembang yang tampaknya pendiam tapi kalau udah kenal ya...cukup rame, tapi memang paling diam diantara cowok yang lain, baik juga, suka masukin motorku kalau malem, terimakasih.... Brian, anak manajemen asli Jogja orangnya sepertinya teliti banget dan lengkap membawa 1 wadah obat-abatan dari ibunya. Hmmm, cukup membantu kalau ada yang sakit. Ceweknya ada Luluk, gadis akuntansi asli Jogja tapi kecil di Parakan Jateng ini berparas cantik dan paling bisa bersosialisasi, Nina, anak hukum juga dari Kalimantan tapi orang tua dari Jogja ; anaknya baik, paling rajin mencatat pokoknya sebenernya lebih cocok dia jadi sekertaris. Satunya lagi Dea, anak tekim asal Palembang yang satu ini paling pinter masak, suka masak yang unik-unik, ana jadi belajar bikin pem-pek dan tek wan darinya.

Terimakasih atas kerja samanya selama KKN, semoga silaturahim kita tetap berlanjut...



Ada beberapa tulisan lama yang pengen dipost...^^

About KKN...(part #1)

(jum’at, 2 Agustus 2013 @ Posko KKN)
Assalamu’alaikum..., Lama lah ana tak menyapa laptop nie... haha...

Selasa, 23 Juli 2013 lalu ana pelepasan KKN di belakang Masjid Ulil Albab tercinta. Wuihh... kata Pak rektor angkatan KKN Reguler 1 kali ini adalah peserta paling banyak. Pagi itu buaanyak sekali mahasiswa dengan berbagai macam barang bawaannya dilepas untuk melaksanakan KKN. Pagi itu ana bermalam di Masjid sebelum meninggalkan untuk sementara waktu. Malam sebelumnya ana persiapan dengan seperti biasa, miss simple. So, barang-barang yang dibawa ya Cuma yang simple, sepertinya paling simple diantara teman-teman satu unit. 

Ana sendiri dapat tempat KKN di Magelang, tepatnya di dusun Gabahan desa Banaran kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Alhamdulillah..., dapat tempat yang baik, poskonya juga sangat layak..., Ibu Imah sebagai pemilik Rumah sangat baik, seperti ibu sendiri. Beliau seorang janda, tinggalnya sendiri anak-anak beliau semua pergi merantau Cuma pas lebaran aja pulang. Ibu Imah sangat pandai memasak , waahhh... ana jadi banyak belajar dari beliau. Selain itu yang membuat ana kagum pada beliau, ternyata beliau ditinggal suaminya sudah lama sejak anak-anak beliau masih kecil dan sekarang anak-anak beliau bisa sukses bekerja diluar kota sehingga bisa memakmurkan beliau sebagai ibunya. Hebatnya lagi beliau ngaji Qur’annya bagus (dengar tiap ba’da shubuh), sepertinya beliau ini wanita yang sholehah, usianya memang sudah 55 tahun cucunya sudah dua. Tapi semangatnya patut dicontoh. Bu Imah orangnya juga agak pemalu tapi aktif di masyarakat, termasuk kader PKK. Beliau juga sangat menyayangi keluarga, kekeluargaannya bagus, sangat bersahaja dengan busana muslimahnya.      

Posko kami, unit 142 ini menjadi posko yang diirikan unit lain, secara tempatnya yang begitu bagus. Kami sering dikunjingi anak-anak dari unit lain bahkan dari desa lain. Disini banyak anak-anak, jadi kami membuat program bantu masyarakat ”bimbel”. Yah..., menyenangkan sekali meski ana mengajari sebisa ana aja. Tadi malam ana nyimak ngaji anak-anak, ada salah satu anak de’ Dita namanya. Dia anak kelas 5 SD, dan yang memotivasi ana adalah dia sudah hampir menguasai juz 30 Al Qur’an. Yah, hebat lah...,

Ana dapat temen-temen yang cukup baik, dengan sifat ana yang seperti ini mereka cukup memahami. Kami unit 142 itu anggotanya ada mas Reksho sebagai ketua unit, Brian, Amri, Yoga, Luluk, Nina, Dea dan ana. Tentang mereka,,,, (ana menuliskan kebaikannnya aja kalie ya ^-^...) senneng anak - anak cowoknya pada suka bercanda juga. Luluk yang  lebih berani ngomong, nina yang cuka mencatat dan friendly sama siapa aja, dea yang banyak pengalaman memasak..., ya tentunya banyak hikmah dibalik sebuah ketentuan dan kejadian. Awalnya memang agak canggung tapi stelah beberapa hari tinggal bareng ya... menjadi lebih akrab. 

O iya.., tepatnya jum’at lalu ana disusulin motor sama vivi dan MJ. Terimakasih ya...(jazakillah...). Kemarin pas berangkat ana memang naik mobil bareng teman-teman cewe’ . Sebenarnya memang nak bawa motor, e... ternyata jadi minta disusulin.

Tak terasa sudah sepuluh hari kita KKN..., Alhamdulillah sebagian program sudah jalan tinggal nanti melanjutkan habis lebaran. Hari Ahad besok, insyaAllah ana sudah berada di Jogja lagi. Masya Allah..., rindu dengan masjid, rindu dengan lantunan-lantunan ayat suci di semarak i’tikaf Ulil Albab..., Saudara-saudariku yang berjuang disana semoga diberikan kemudahan dalam menjalankan amanahnya, serta dimudahkan segala urusannya. Amin...


Rabu, 01 Januari 2014

Ketika diri ini butuh dorongan semangat dan ternyata hanya diri sendirilah yang dapat menyemangati diri. SEMANGAT.... ! Ternyata makin beranjak usia, pikiran kita makin bercabang. Wuihhh,,, banyak cabangnya ha...ha... namun bukankah memang begitu ya..., itu berarti pikiran kita berkembang, betul begitukan...?
Uneg2 ini kutulis ketika sedang "sesuatu" dengan Skripsi dan kepikiran banyak amanah yang lain. Namun harus tetap Syemangat OKkay... "Sesudah kesulitan itu ada kemudahan" 



A ROOM’S MEMORI IN AL MAHFUDZ

“SEBUAH MEMORI DALAM RUANG HATIKU DI AL MAHFUDZ ”


Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini Ahad, 22 Desember 2013 di kamar nomor 5 lantai bawah asrama Al Mahfudz, terasa begitu dingin menembus kulit, hembusan angin dari jendela belakang menambah dinginnya suhu di kamar. Memang kamar ini terasa lebih dingin dibanding kamar-kamar yang lain. Siang ini sedang turun hujan yang cukup deras, Allahumma shoyyibannafi’an.. semoga Allah menurunkan keberkahan dari hujan ini.   

Jadi teringat memori di kamar ini, kamar yang sekarang bercat kuning namun tetap gelap karena tak banyak sinar matahari yang dapat masuk.  Kamar yang sekarang ini tampak begitu terang dan mencolok mata ketika lampunya menyala. Dan di dua sudut kamar yang ditempel gambar daun-daun kecil berwarna merah dan hijau, sebuah nama yang diidolakan tertempel “Habiburahman El Shirazi”  dan kulihat tulisan-tulisan kecil yang ditulis di kertas berwarna merah yang berisi impian-impian teman sekamarku “Nurul” anak paling muda yang sekarang tinggal di asrama. Ia memang bercita-cita menjadi seorang penulis, yah... sama seperti diriku meski sekarang aku juga masih belajar. Semoga keinginan kita ini dapat tercapai, Amin.. 

Ngomong-ngomong soal teman kamarku yang paling muda, kok ternyata aku jadi teringat ternyata ia sekamar dengan anak yang paling tua usianya di asrama. He...he... sepertinya ga usah dibahas lagi masalah usia.  Tapi tak apalah..., karena dengan bertambahnya usia kita dapat merenungi bahwa berarti sisa usia kita berkurang. Dan itu artinya kita harus lebih banyak lagi beramal shalih, memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ingat diriku yang ternyata kurang lebih 2 bulan lagi telah genap berusia 23 tahun. Usia yang sudah bisa dikatakan dewasa...

Kamar ini kembali mengingatkan memoriku ketika aku pertama kali tinggal di asrama Al Mahfudz ini. Dan sepertinya di kamar ini pula, terakhir aku akan tinggal di asrama ini. Kok tiba-tiba jadi sedih ya... (mata ini berkaca-kaca). Masih ingat ketika dulu aku ditempatkan dikamar ini bersama mb Ewha oleh mb Indah sebagai ketua asrama. Dan masih sama, aku kebagian tempat tidur di ranjang atas. Dulu aku yang masih pendiam banget, belum bisa bersosialisasi dengan teman-teman asrama dan dulu dengan aku yang dulu.

Namun setelah beberapa bulan tinggal di asrama hingga sekarang, yang aku rasakan adalah lebih baik. Dan yang terpenting telah terangkai persaudaraan yang sangat indah, seindah pemandangan yang tampak di puncak gunung, seindah mentari di pagi hari, seindah bunga-bunga di taman yang bermekaran. Persaudaraan yang luas, seluas samudra di lautan dan persaudaraan yang kuat, sekuat deburan ombak yang dapat menghancurkan karang... meski terkadang ada kerikil-kerikil kecil di dalamnya namun karena itulah persaudaraan itu bertambah kuat. 

Kalau dihitung, tepat 3 tahun di bulan Desember 2013 ini aku tinggal di asrama Al Mahfudz tercinta ini. Dan itu berarti banyak amanah lain yang sedang menanti, semoga di sisa waktuku tinggal di Al Mahfudz tercinta dan di TMUA ini aku bisa memberikan yang terbaik. Dan meski nanti aku tidak tinggal di asrama lagi dan secara formal sudah tidak menjadi TMUA, namun insya Allah aku akan senantiasa  bisa ikut memberikan yang terbaik untuk Masjid Ulil Albab. Amin...

Telah banyak pelajaran yang aku dapatkan dari teman-teman di asrama dan telah banyak kenangan yang teruntai dalam persaudaraan selama ini. Baik dulu dari kakak-kakak senior maupun sekarang dari adik-adik tercinta. Meski di rumah aku hanya memiliki satu kakak, ternyata aku memiliki banyak saudara disini, masya Allah... 

Pokoknya aku ucapkan terimakasih kepada semua saudariku yang telah buanyaaak sekali mengajariku berbagai hal. Tentang bagaimana harus menghargai, memahami, bekerjasama dan masih banyak lagi hal yang tak dapat dituliskan dan semua itu tak dapat tergantikan, serta tak dapat diukur dan tak ternilai harganya. Yah..., semua itu terajut dalam sebuah tali persaudaraan yang tak lain adalah Ukhuwah dalam keluarga Al Mahfudz...

Terimakasih kepada :
Mb Neni yang dulu suka menyuruhku biar rame dikit he..he, Mb Harfi yang dulu mengajariku tahsin, T’ Mul, T’ Yelis yang mengajariku untuk selalu ceria, T’ Mila yang mengajariku untuk selalu semangat, Mb Indah yang mengajariku ketegasan, Mb Herlin, Mb Zahra yang juga mengajari untuk selalu ceria dan teori-teorinya yang kadang aneh tapi ada benarnya “peace...”, Mb Sylvi yang mengajariku percaya diri, Mb Ewha, Mb Etta, yang semua telah membagikan ilmunya untukku...

Nis yang suka mengajakku jalan-jalan dan mengajariku banyak hal, Nui, Phina, Asti, Yuyun, semua teman seangkatanku...yang mengajariku kerjasama

Dan semua adik-adikku, Vivi, Rafi, MJ, Rini, Sri, Icha, Eva, Neli, Chumay, Nurul, Dede, Aulia, Lu’lu, yang mengajariku kebersamaan, saling memahami  dan menyayangi...

Aku mencintai kalian semua karena Allah...