Ketika diri ini butuh dorongan semangat dan ternyata hanya diri sendirilah yang dapat menyemangati diri. SEMANGAT.... ! Ternyata makin beranjak usia, pikiran kita makin bercabang. Wuihhh,,, banyak cabangnya ha...ha... namun bukankah memang begitu ya..., itu berarti pikiran kita berkembang, betul begitukan...?
Uneg2 ini kutulis ketika sedang "sesuatu" dengan Skripsi dan kepikiran banyak amanah yang lain. Namun harus tetap Syemangat OKkay... "Sesudah kesulitan itu ada kemudahan"
A ROOM’S MEMORI IN AL MAHFUDZ
“SEBUAH MEMORI DALAM RUANG HATIKU DI
AL MAHFUDZ ”
Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini Ahad, 22 Desember 2013
di kamar nomor 5 lantai bawah asrama Al Mahfudz, terasa begitu dingin menembus
kulit, hembusan angin dari jendela belakang menambah dinginnya suhu di kamar.
Memang kamar ini terasa lebih dingin dibanding kamar-kamar yang lain. Siang ini
sedang turun hujan yang cukup deras, Allahumma
shoyyibannafi’an.. semoga Allah menurunkan keberkahan dari hujan ini.
Jadi teringat memori di kamar
ini, kamar yang sekarang bercat kuning namun tetap gelap karena tak banyak
sinar matahari yang dapat masuk. Kamar
yang sekarang ini tampak begitu terang dan mencolok mata ketika lampunya
menyala. Dan di dua sudut kamar yang ditempel gambar daun-daun kecil berwarna
merah dan hijau, sebuah nama yang diidolakan tertempel “Habiburahman El
Shirazi” dan kulihat tulisan-tulisan
kecil yang ditulis di kertas berwarna merah yang berisi impian-impian teman
sekamarku “Nurul” anak paling muda yang sekarang tinggal di asrama. Ia memang
bercita-cita menjadi seorang penulis, yah... sama seperti diriku meski sekarang
aku juga masih belajar. Semoga keinginan kita ini dapat tercapai, Amin..
Ngomong-ngomong soal teman
kamarku yang paling muda, kok ternyata aku jadi teringat ternyata ia sekamar
dengan anak yang paling tua usianya di asrama. He...he... sepertinya ga usah
dibahas lagi masalah usia. Tapi tak apalah...,
karena dengan bertambahnya usia kita dapat merenungi bahwa berarti sisa usia
kita berkurang. Dan itu artinya kita harus lebih banyak lagi beramal shalih,
memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ingat diriku yang
ternyata kurang lebih 2 bulan lagi telah genap berusia 23 tahun. Usia yang sudah
bisa dikatakan dewasa...
Kamar ini kembali mengingatkan
memoriku ketika aku pertama kali tinggal di asrama Al Mahfudz ini. Dan
sepertinya di kamar ini pula, terakhir aku akan tinggal di asrama ini. Kok
tiba-tiba jadi sedih ya... (mata ini berkaca-kaca). Masih ingat ketika dulu aku
ditempatkan dikamar ini bersama mb Ewha oleh mb Indah sebagai ketua asrama. Dan
masih sama, aku kebagian tempat tidur di ranjang atas. Dulu aku yang masih
pendiam banget, belum bisa bersosialisasi dengan teman-teman asrama dan dulu dengan
aku yang dulu.
Namun setelah beberapa bulan
tinggal di asrama hingga sekarang, yang aku rasakan adalah lebih baik. Dan yang
terpenting telah terangkai persaudaraan yang sangat indah, seindah pemandangan yang
tampak di puncak gunung, seindah mentari di pagi hari, seindah bunga-bunga di
taman yang bermekaran. Persaudaraan yang luas, seluas samudra di lautan dan persaudaraan
yang kuat, sekuat deburan ombak yang dapat menghancurkan karang... meski
terkadang ada kerikil-kerikil kecil di dalamnya namun karena itulah
persaudaraan itu bertambah kuat.
Kalau dihitung, tepat 3 tahun di
bulan Desember 2013 ini aku tinggal di asrama Al Mahfudz tercinta ini. Dan itu
berarti banyak amanah lain yang sedang menanti, semoga di sisa waktuku tinggal
di Al Mahfudz tercinta dan di TMUA ini aku bisa memberikan yang terbaik. Dan meski
nanti aku tidak tinggal di asrama lagi dan secara formal sudah tidak menjadi
TMUA, namun insya Allah aku akan senantiasa
bisa ikut memberikan yang terbaik untuk Masjid Ulil Albab. Amin...
Telah banyak pelajaran yang aku
dapatkan dari teman-teman di asrama dan telah banyak kenangan yang teruntai
dalam persaudaraan selama ini. Baik dulu dari kakak-kakak senior maupun
sekarang dari adik-adik tercinta. Meski di rumah aku hanya memiliki satu kakak,
ternyata aku memiliki banyak saudara disini, masya Allah...
Pokoknya aku ucapkan terimakasih
kepada semua saudariku yang telah buanyaaak sekali mengajariku berbagai hal.
Tentang bagaimana harus menghargai, memahami, bekerjasama dan masih banyak lagi
hal yang tak dapat dituliskan dan semua itu tak dapat tergantikan, serta tak
dapat diukur dan tak ternilai harganya. Yah..., semua itu terajut dalam sebuah
tali persaudaraan yang tak lain adalah Ukhuwah dalam keluarga Al Mahfudz...
Terimakasih kepada :
Mb Neni yang dulu suka menyuruhku
biar rame dikit he..he, Mb Harfi yang dulu mengajariku tahsin, T’ Mul, T’ Yelis
yang mengajariku untuk selalu ceria, T’ Mila yang mengajariku untuk selalu
semangat, Mb Indah yang mengajariku ketegasan, Mb Herlin, Mb Zahra yang juga
mengajari untuk selalu ceria dan teori-teorinya yang kadang aneh tapi ada
benarnya “peace...”, Mb Sylvi yang
mengajariku percaya diri, Mb Ewha, Mb Etta, yang semua telah membagikan ilmunya
untukku...
Nis yang suka mengajakku
jalan-jalan dan mengajariku banyak hal, Nui, Phina, Asti, Yuyun, semua teman
seangkatanku...yang mengajariku kerjasama
Dan semua adik-adikku, Vivi, Rafi,
MJ, Rini, Sri, Icha, Eva, Neli, Chumay, Nurul, Dede, Aulia, Lu’lu, yang
mengajariku kebersamaan, saling memahami dan menyayangi...
Aku mencintai kalian semua karena
Allah...