Jumat, 21 Maret 2014

Mau LULUS

Bismillahirrahmanirrahim

Ya Allah, hamba ingin menapaki jalan-Mu dengan sebenar-benar kaki ini menapak
Dengan segala kerendahan hati dan keikhlasan,
hamba ingin memberikan kado terindah untuk kedua orang tua
Amiin....

“LULUS”, kata itulah yang dinanti oleh mahasiswa semester atas saat mengerjakan skripsi atau tugas akhirnya, saat pendadaran,

Tapi jangan hanya asal lulus ya...! kalau bisa lulus dengan predikat yang baik (CUMLAUDE) dan yang terpenting kita benar-benar memahami ilmu yang telah kita pelajari selama kuliah. Dan selanjutnya ilmu itu bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

Dan yang menjadi masalah selanjutnya adalah setelah lulus itu mau apa ? mau melanjutkan study, mau cari kerja atau mau menciptakan lapangan kerja sendiri, atau mau menikah bagi yang sudah siap dan sudah dipertemukan dengan jodohnya....hehe

Semua itu pilihan, mana yang terbaik untuk kita karena kita lebih memahami diri kita. Dan yang pasti jangan lupa untuk selalu ber’doa... karena itu adalah kekuatan yang sangat berharga.

Do’a itu adalah bagian dari ibadah, karena dengan do’a kita bersikap iffah,yang berarti kita hanya berkeluh kesah atau mengadukan semua masalah kita hanya kepada Allah SWT. Karena ketika kita meminta kepada Allah adalah suatu bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan pertolongan.

Berbicara tentang ilmu itu sangat luas sekali. Bagi penulis yang consern di bidang eksak khususnya Ilmu Kimia, itu saja sudah sangat luas sekali. Sudah belajar kimia kurang lebih 8 tahun dari SMK sampai sekarang namun itupun baru secuil saja yang dipelajari dari bidang kimia. Belum lagi ilmu-ilmu yang lain, begitu luaslah ilmu Allah. Maka kita harus senantiasa belajar..., belajar...., dan terus belajar. Persis seperti pepatah mengatakan “ Tuntunlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat !”.

Kemudian setelah kita LULUS formalitasnya adalah wisuda, itulah yang biasanya dinantikan juga oleh orang tua yakni menghadiri wisuda kelulusan putra/putrinya yang merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Seperti orang tuaku juga yang katanya tak terasa putrinya sudah mau lulus, yang awalnya setengah hati mau kuliah karena biayanya namun akhirnya sudah mau lulus juga. Alhamdulillah... karena selama ada kemauan dan itu niatnya baik, insyaAllah ada jalan. Begitulah saya ingat kata ust. Supriyanto Pasir, dan benar sekali... saya merasakannya.

Semoga penelitianku segera selesai, mendapatkan hasil yang terbaik dan segera LULUS.
Dan semoga teman-teman Kimia 2010 semua juga diberikan kemudahan dalam skripsinya. Amin...
Semangat teman-teman...!

   



Selasa, 18 Maret 2014

SABAR...

Rahasia Sukses Orang Beriman
Dikutip dari Buku Pintar Akhlak Karya Dr. Amr Khaled (Motivator  Muslim Dunia)

Ketika berbicara tentang sabar sesungguhnya kita sedang berbicara tentang separuh iman dan tentang salah satu prinsip dasar agama Islam. Hal yang membantu untuk bersabar adalah pemahaman tentang kedudukannya. Allah SWT mengajarkan kepada kita bahwa alam muncul secara bertahap dan bahwa semua urusan tegak diatas kesabaran.

Ada tiga macam kesabaran :
1 1. Sabar dalam melakukan ketaatan yakni senatiasa menjaga ketaatan seperti shalat Shubuh, shalat malam,   dan dzikir.
2 2.  Sabar dalam meninggalkan maksiat dan segala bentuknya.
3 3.  Sabar dalam menghadapi ujian, misalnya engkau sabar mengahdapi godaan setan sebenarnya engkau bisa melakukannya tetapi engkau tidak melakukannya.

Yang tertinggi adalah kesabaran dalam meninggalkan maksiat dan melakukan ketaatan. Manusia berhak memilih untuk melakukan atau meninggalkan maksiat. Adapun ujian bukanlah kehendak manusia tetapi berasal dari sisi Allah SWT. Ujian pasti datang, hanya manusia ridha atau tidak.

 


Rabu, 05 Maret 2014

Konsultasi bermakna...

Rabu, 05 Maret 2014 @ruang Pak Arso

Pagi tadi tidak direncana, tidak sengaja tapi ini pasti sesuatu yang sudah ditetapkan Allah. Bahwa hari ini aku mendapat hikmah... Aku ikut nina, ami dan tika ketemu pak Arso untuk bimbingan. Memang terkadang bapak-bapak dosen kita itu tak bisa diprediksi, maksudnya kebaikannya,,,. Ikut mereka bertemu beliau tadi cukup membuat hati saya tergugah dan bersemangat kembali.

Malah aku terharu banget, ternyata bapak dosenku yang satu ini baik banget. Memang sih kalau penah liat beliau nguji mahasiswa dikenal komentarnya yang cukup membuat hati uuuhahhh..., maaf ya pak hehe..., tapi saya tahu sebenarnya bapak itu baik. Dan saya juga tahu bahwa sebenarnya semua ibu dan bapak dosen kimia itu semua baik. Mungkin hanya karena lagi sibuk saja, makanya kurang memperhatikan mahasiswanya, terutama suara hatinya.  

Kami tadi mendapatkan pelajaran yang cukup menarik dan berharga dari beliau, selain beliau yang telah menyempatkan waktunya untuk kita konsultasi masalah skripsi, terimakasih....,
Ada beberapa kalimat bermakna yang masih kuingat, yaitu pas tika bilang dikiranya bimbingan itu seram ya... trus kata beliau, “sebelum tak suka sama orang maka ta’aruf dulu”. Setengah bercanda sih, tapi itu maknanya dalam lho...  Yah.., memang betul sekali, hendaknya kita memang harus mengenal sifat seseorang dahulu sebelum kita menyatakan suka atau tidak suka pada seseorang. 

Trus bercandaan lagi, pas tika bilang dirinya belum mahir mengolah kata, kemudian beliau menyahut, “Iyalah jadi wanita itu tidak hanya belajar mengolah kata, tapi juga mengolah makanan. Tidak hanya belajar ngaji juga, tapi juga belajar mengurus rumah”. Masya Allah..., lagi-lagi makna yang begitu dalam kutangkap, memang jadi seorang wanita itu harus bener-bener siap lahir dan batin. Apalagi mahasiswi semester atas seperti kita yang insyaAllah sebentar lagi akan LULUS.  

Ya Allah.., apalagi tugas seorang wanita itu bisa dikatakan besar, tapi itu adalah tugas yang mulia. Selagi kita sedang berkutak-katik dengan bahan kimia, ngerjakan skripsi, tapi kita juga harus mempersiapkan masa depan, kita ingat bahwa tugas seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga. Setinggi apapun sekolah seorang wanita, ia akan tetap dinilai hebat dari keberhasilannya dalam mengurus rumah tangga. Ketaatannya pada suami dan keberhasilannya dalam mendidik anak.

Konsultasi tadi pagi itu membuat aku bersemangat pengen belajar lagi. Yah..., belajar semuanya belajar kimia yang lebih bisa bermanfaat lagi khususnya aplikasinya, belajar menghargai sesuatu apapun termasuk kejadian yang menimpa diri kita dan belajar untuk menghadapi masa depan.
Dan tadi saya bertanya pada beliau tentang skripsi saya yang belum jelas, beliau cukup memberiku penjelasan dan memintaku bertanya lagi ke pembimbing. “Sabar ya Er...”, “trus tugas kalian (bilang ke Nina, Tika dan Ami) menyemangati Erni”, kata beliau. Ha..ha dukung... J hhmm terharu sekali...
O iya, milad kemarin itu beliau juga satu-satunya dosen yang memberiku ucapan dan do’a.


Terimakasih bapak..., hari ini telah memberikan makna yang begitu berarti untukku ... Jazakallahu khairan... 

Bahagia itu Sederhana



“Bahagia itu sederhana”, begitulah penjelasan sebuah kata bijak.
Bahagia menurutku adalah sebuah rasa yang membuat kita senang, dan anggapan bahagia setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana cara pandang orang tersebut.
Rasa bahagia biasanya tersimpul dalam sebuah senyuman atau bahkan terlontar dalam gelak tawa. Namun bukan bahagia yang membuat kita tersenyum, tetapi senyumlah yang membuat kita bahagia. Iyakan, sepakat....?

Lalu bagaimana, ketika masalah datang? Apakah kita juga harus tersenyum... ?
Yah, kita bisa hadapi masalah dengan senyuman. Kita ini hidup mas/mbak  jadi mesti ada yang namanya masalah. Dan setiap masalah yang datang  bukan untuk diratapi tapi untuk dihadapi dan dicari solusinya. ^ ^yang lagi bermasalah dengan skripsi, Sabar... pasti semua yang terjadi  ada hikmahnya. Segera bergerak dan selesaikan... Semangat! #menyemangati diri sendiri.

“Jadikanlah setiap bertemu masalah, kemampuan dan kemauan mengatasinya lebih besar dari masalah yang ada. ”

Bukankah harusnya kita bersyukur karena masih diberi masalah... ? #cari jawabannya sendiri, di Kitab suci Al Qur’an sudah tercantum.
Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah. Selalu ada celah dari goa yang rapat,selalu ada lubang dan pori-pori dalam tanah, selalu ada jawaban-jawaban dari sebuah pertanyaan. Artinya, segala masalah yang datang sudah didesain oleh Allah beserta jalan keluarnya.

Lalu, apa itu sederhana?
Sederhana menurutku adalah sikap tidak berlebih-lebihan/lebay dan juga tidak terlalu kurang/merendah. Bagaimana ini kata-katanya.., pokoknya begitulah...
Bukankah Allah juga tidak menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan ?
Ngomong-ngomong soal sederhana, aku jadi teringat sama bapak. Ya..., bapak saya itu sosok orang yang sederhana, mungkin karena itulah dan lingkungan keluarga juga yang membuat saya belajar menjadi orang sederhana.

Bukan dari fisik atau sesuatu yang kita lihat yang utama kita nilai, tapi apa yang ada didalamnya. Bukan rumah megah yang membuat sebuah keluarga bahagia, tetapi orang-orang yang ada didalamnyalah yang membuat kita bahagia. # I love my family...
Dari dulu, ibu kalau membelikan sesuatu dari pakaian, peralatan sekolah, dll. itu katanya “Rasah sik larang sik penting keno nggo ganti” maksudnya ga usah yang mahal yang penting bisa buat ganti, buat ngleremi/ngedem-ngedemi juga sich...hehe. Yang penting sesuai fungsinya, tapi awet juga kok, dan ada betulnya. Kalau sepatu/tas belum rusak belum beli...paling punya 1 atau 2 serep paling banyak kalau datang musim hujan.

Terus, lagi soal perabot rumah tangga, karena bapak bisa buat perabot sendiri jadi seluruh perabot yang ada di rumah ga perlu beli, mulai dari tempat tidur, lemari, buffet, rak hingga meja/kursi. Masih ingat dulu ketika kecil, aku dan kakakku pengen dibelikan kursi yang empuk dan kata bapak “Kursi rotan we, malah luwih awet tur murah, durung mesti kursi empuk awet, nek nggawe dhewe kan nggo kayu sik apik dadi luwih awet”, dan memang terbukti hingga sekarang kursi rotan itu masih berdiri tegak, cuma pernah 1 kali ganti rotan.

Pernah juga dulu ketika rencana mau beli motor lagi selain motor alfa yang sudah ada, yang dibeli tahun ’95. Hingga sekarang berarti sudah emmm... 19 tahun, kalau orang udah ABG itu. Kalau motor sudah apa ya... Itupun belum jadi-jadi, bukan karena ngga ada uang tapi karena memang belum butuh. Kata bapak, “Ra papa motor suarane sero, malah rasah kulanuwun” , memang motor alfa itukan suaranya kenceng banget, dari jauhpun sudah bisa ditebak. Jadi kalau mau bertamu ke tempat orang ga perlu permisi, orang udah keluar duluan. Ha..ha...

Bapak baru beliin motor supra itu, ketika aku kelas 2 SMK. Karena memang butuh, waktu itu aku ada jadwal sore dan harus pulang malam, ga bisa kalau naik bis.
Kok malah curhat masa lalu sich...^ ^ diambil sisi positifnya aja...
Kembali ke topik utama, Jadi bahagia itu bisa muncul dari sesuatu yang sederhana, salah satu simbol sederhana dari kebahagiaan adalah senyuman.

So, keep your smile, supaya kamu tetap bahagia. Ok Oke... J!













Senin, 03 Maret 2014

“Si Abu”

Ketika aku bangun pagi
Kulihat rintik-rintik, tapi bukan rintik air
Ketika kutengadahkan wajahku ke langit, sesuatu masuk ke mataku
Ternyata rintik itu, hujan abu...

Pagi itu tampak lebih gelap dari biasanya
Hingga beberapa jam hujan itu turun,
Ternyata ia telah menyapa seluruh kota Jogja  dan sekitarnya

Kulihat daun-daun merunduk, bahkan adapula yang patah
tak kuasa menahan beratnya abu yang menutupi permukaannya
Ketika siang datang menjelang, matahari tak begitu tampak
Tapi dengan panasnya, sudah mengeringkan abu yang tadi pagi sempat dibasahi gerimis

Siang itu begitu riuh dengan abu yang beterbangan
Di jalan-jalan, daun-daun, atap rumah...
Hingga harus membuat setiap orang yang keluar rumah
Memakai alat pelindung diri

Orang-orang membersihkan halaman rumah dan jalan-jalan
dari  si abu yang satu ini,

Dan hingga tiga hari dari turunnya abu ini,
kulihat di luar rumah, daun-daun masih lekat dengan abu
Atap rumah masih tebal dengan abu
Ketika melewati jalan-jalan, masih banyak abu beterbangan
Semoga segera turun hujan deras, yang dapat membersihkankan si abu ini

Gunung Kelud sedang bergolak,
Muntahan material yang keluar begitu dahsyat
Meski jarak berpuluh kilometer
Namun muntahan materialnya terbawa angin hingga Jojga

Itulah salah satu bukti kekuasaan Sang Maha Kuasa

# @home, “ menanti turun hujan ditengah-tengah debu abu”
Alhamdulillah, malam harinya hujan deras... J