Rabu, 05 Maret 2014

Bahagia itu Sederhana



“Bahagia itu sederhana”, begitulah penjelasan sebuah kata bijak.
Bahagia menurutku adalah sebuah rasa yang membuat kita senang, dan anggapan bahagia setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana cara pandang orang tersebut.
Rasa bahagia biasanya tersimpul dalam sebuah senyuman atau bahkan terlontar dalam gelak tawa. Namun bukan bahagia yang membuat kita tersenyum, tetapi senyumlah yang membuat kita bahagia. Iyakan, sepakat....?

Lalu bagaimana, ketika masalah datang? Apakah kita juga harus tersenyum... ?
Yah, kita bisa hadapi masalah dengan senyuman. Kita ini hidup mas/mbak  jadi mesti ada yang namanya masalah. Dan setiap masalah yang datang  bukan untuk diratapi tapi untuk dihadapi dan dicari solusinya. ^ ^yang lagi bermasalah dengan skripsi, Sabar... pasti semua yang terjadi  ada hikmahnya. Segera bergerak dan selesaikan... Semangat! #menyemangati diri sendiri.

“Jadikanlah setiap bertemu masalah, kemampuan dan kemauan mengatasinya lebih besar dari masalah yang ada. ”

Bukankah harusnya kita bersyukur karena masih diberi masalah... ? #cari jawabannya sendiri, di Kitab suci Al Qur’an sudah tercantum.
Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah. Selalu ada celah dari goa yang rapat,selalu ada lubang dan pori-pori dalam tanah, selalu ada jawaban-jawaban dari sebuah pertanyaan. Artinya, segala masalah yang datang sudah didesain oleh Allah beserta jalan keluarnya.

Lalu, apa itu sederhana?
Sederhana menurutku adalah sikap tidak berlebih-lebihan/lebay dan juga tidak terlalu kurang/merendah. Bagaimana ini kata-katanya.., pokoknya begitulah...
Bukankah Allah juga tidak menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan ?
Ngomong-ngomong soal sederhana, aku jadi teringat sama bapak. Ya..., bapak saya itu sosok orang yang sederhana, mungkin karena itulah dan lingkungan keluarga juga yang membuat saya belajar menjadi orang sederhana.

Bukan dari fisik atau sesuatu yang kita lihat yang utama kita nilai, tapi apa yang ada didalamnya. Bukan rumah megah yang membuat sebuah keluarga bahagia, tetapi orang-orang yang ada didalamnyalah yang membuat kita bahagia. # I love my family...
Dari dulu, ibu kalau membelikan sesuatu dari pakaian, peralatan sekolah, dll. itu katanya “Rasah sik larang sik penting keno nggo ganti” maksudnya ga usah yang mahal yang penting bisa buat ganti, buat ngleremi/ngedem-ngedemi juga sich...hehe. Yang penting sesuai fungsinya, tapi awet juga kok, dan ada betulnya. Kalau sepatu/tas belum rusak belum beli...paling punya 1 atau 2 serep paling banyak kalau datang musim hujan.

Terus, lagi soal perabot rumah tangga, karena bapak bisa buat perabot sendiri jadi seluruh perabot yang ada di rumah ga perlu beli, mulai dari tempat tidur, lemari, buffet, rak hingga meja/kursi. Masih ingat dulu ketika kecil, aku dan kakakku pengen dibelikan kursi yang empuk dan kata bapak “Kursi rotan we, malah luwih awet tur murah, durung mesti kursi empuk awet, nek nggawe dhewe kan nggo kayu sik apik dadi luwih awet”, dan memang terbukti hingga sekarang kursi rotan itu masih berdiri tegak, cuma pernah 1 kali ganti rotan.

Pernah juga dulu ketika rencana mau beli motor lagi selain motor alfa yang sudah ada, yang dibeli tahun ’95. Hingga sekarang berarti sudah emmm... 19 tahun, kalau orang udah ABG itu. Kalau motor sudah apa ya... Itupun belum jadi-jadi, bukan karena ngga ada uang tapi karena memang belum butuh. Kata bapak, “Ra papa motor suarane sero, malah rasah kulanuwun” , memang motor alfa itukan suaranya kenceng banget, dari jauhpun sudah bisa ditebak. Jadi kalau mau bertamu ke tempat orang ga perlu permisi, orang udah keluar duluan. Ha..ha...

Bapak baru beliin motor supra itu, ketika aku kelas 2 SMK. Karena memang butuh, waktu itu aku ada jadwal sore dan harus pulang malam, ga bisa kalau naik bis.
Kok malah curhat masa lalu sich...^ ^ diambil sisi positifnya aja...
Kembali ke topik utama, Jadi bahagia itu bisa muncul dari sesuatu yang sederhana, salah satu simbol sederhana dari kebahagiaan adalah senyuman.

So, keep your smile, supaya kamu tetap bahagia. Ok Oke... J!













Tidak ada komentar:

Posting Komentar