“Bahagia itu sederhana”, begitulah penjelasan sebuah kata
bijak.
Bahagia menurutku adalah sebuah rasa yang membuat kita senang,
dan anggapan bahagia setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana cara
pandang orang tersebut.
Rasa bahagia biasanya tersimpul dalam sebuah senyuman atau
bahkan terlontar dalam gelak tawa. Namun bukan bahagia yang membuat kita
tersenyum, tetapi senyumlah yang membuat kita bahagia. Iyakan, sepakat....?
Lalu bagaimana, ketika masalah
datang? Apakah kita juga harus tersenyum... ?
Yah, kita bisa hadapi masalah
dengan senyuman. Kita ini hidup mas/mbak jadi mesti ada yang namanya masalah. Dan
setiap masalah yang datang bukan untuk
diratapi tapi untuk dihadapi dan dicari solusinya. ^ ^yang lagi bermasalah dengan skripsi, Sabar... pasti semua yang
terjadi ada hikmahnya. Segera bergerak
dan selesaikan... Semangat! #menyemangati diri sendiri.
“Jadikanlah setiap bertemu
masalah, kemampuan dan kemauan mengatasinya lebih besar dari masalah yang ada.
”
Bukankah harusnya kita bersyukur
karena masih diberi masalah... ? #cari jawabannya sendiri, di Kitab suci Al
Qur’an sudah tercantum.
Selalu ada jalan keluar dari
setiap masalah. Selalu ada celah dari goa yang rapat,selalu ada lubang dan
pori-pori dalam tanah, selalu ada jawaban-jawaban dari sebuah pertanyaan.
Artinya, segala masalah yang datang sudah didesain oleh Allah beserta jalan
keluarnya.
Lalu, apa itu sederhana?
Sederhana menurutku adalah sikap
tidak berlebih-lebihan/lebay dan juga tidak terlalu kurang/merendah. Bagaimana
ini kata-katanya.., pokoknya begitulah...
Bukankah Allah juga tidak
menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan ?
Ngomong-ngomong soal sederhana, aku
jadi teringat sama bapak. Ya..., bapak saya itu sosok orang yang sederhana,
mungkin karena itulah dan lingkungan keluarga juga yang membuat saya belajar
menjadi orang sederhana.
Bukan dari fisik atau sesuatu
yang kita lihat yang utama kita nilai, tapi apa yang ada didalamnya. Bukan
rumah megah yang membuat sebuah keluarga bahagia, tetapi orang-orang yang ada
didalamnyalah yang membuat kita bahagia. # I
love my family...
Dari dulu, ibu kalau membelikan
sesuatu dari pakaian, peralatan sekolah, dll. itu katanya “Rasah sik larang sik penting keno nggo ganti” maksudnya ga usah
yang mahal yang penting bisa buat ganti, buat ngleremi/ngedem-ngedemi juga
sich...hehe. Yang penting sesuai fungsinya, tapi awet juga kok, dan ada
betulnya. Kalau sepatu/tas belum rusak belum beli...paling punya 1 atau 2 serep
paling banyak kalau datang musim hujan.
Terus, lagi soal perabot rumah
tangga, karena bapak bisa buat perabot sendiri jadi seluruh perabot yang ada di
rumah ga perlu beli, mulai dari tempat tidur, lemari, buffet, rak hingga
meja/kursi. Masih ingat dulu ketika kecil, aku dan kakakku pengen dibelikan
kursi yang empuk dan kata bapak “Kursi
rotan we, malah luwih awet tur murah, durung mesti kursi empuk awet, nek nggawe
dhewe kan nggo kayu sik apik dadi luwih awet”, dan memang terbukti hingga
sekarang kursi rotan itu masih berdiri tegak, cuma pernah 1 kali ganti rotan.
Pernah juga dulu ketika rencana
mau beli motor lagi selain motor alfa yang sudah ada, yang dibeli tahun ’95. Hingga
sekarang berarti sudah emmm... 19 tahun, kalau orang udah ABG itu. Kalau motor
sudah apa ya... Itupun belum jadi-jadi, bukan karena ngga ada uang tapi karena
memang belum butuh. Kata bapak, “Ra papa
motor suarane sero, malah rasah kulanuwun” , memang motor alfa itukan
suaranya kenceng banget, dari jauhpun sudah bisa ditebak. Jadi kalau mau
bertamu ke tempat orang ga perlu permisi, orang udah keluar duluan. Ha..ha...
Bapak baru beliin motor supra
itu, ketika aku kelas 2 SMK. Karena memang butuh, waktu itu aku ada jadwal sore
dan harus pulang malam, ga bisa kalau naik bis.
Kok malah curhat masa lalu
sich...^ ^ diambil sisi positifnya aja...
Kembali ke topik utama, Jadi
bahagia itu bisa muncul dari sesuatu yang sederhana, salah satu simbol
sederhana dari kebahagiaan adalah senyuman.
So, keep your smile, supaya kamu tetap bahagia. Ok Oke... J!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar