Jumat, 21 Maret 2014

Mau LULUS

Bismillahirrahmanirrahim

Ya Allah, hamba ingin menapaki jalan-Mu dengan sebenar-benar kaki ini menapak
Dengan segala kerendahan hati dan keikhlasan,
hamba ingin memberikan kado terindah untuk kedua orang tua
Amiin....

“LULUS”, kata itulah yang dinanti oleh mahasiswa semester atas saat mengerjakan skripsi atau tugas akhirnya, saat pendadaran,

Tapi jangan hanya asal lulus ya...! kalau bisa lulus dengan predikat yang baik (CUMLAUDE) dan yang terpenting kita benar-benar memahami ilmu yang telah kita pelajari selama kuliah. Dan selanjutnya ilmu itu bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

Dan yang menjadi masalah selanjutnya adalah setelah lulus itu mau apa ? mau melanjutkan study, mau cari kerja atau mau menciptakan lapangan kerja sendiri, atau mau menikah bagi yang sudah siap dan sudah dipertemukan dengan jodohnya....hehe

Semua itu pilihan, mana yang terbaik untuk kita karena kita lebih memahami diri kita. Dan yang pasti jangan lupa untuk selalu ber’doa... karena itu adalah kekuatan yang sangat berharga.

Do’a itu adalah bagian dari ibadah, karena dengan do’a kita bersikap iffah,yang berarti kita hanya berkeluh kesah atau mengadukan semua masalah kita hanya kepada Allah SWT. Karena ketika kita meminta kepada Allah adalah suatu bentuk pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu memberikan pertolongan.

Berbicara tentang ilmu itu sangat luas sekali. Bagi penulis yang consern di bidang eksak khususnya Ilmu Kimia, itu saja sudah sangat luas sekali. Sudah belajar kimia kurang lebih 8 tahun dari SMK sampai sekarang namun itupun baru secuil saja yang dipelajari dari bidang kimia. Belum lagi ilmu-ilmu yang lain, begitu luaslah ilmu Allah. Maka kita harus senantiasa belajar..., belajar...., dan terus belajar. Persis seperti pepatah mengatakan “ Tuntunlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat !”.

Kemudian setelah kita LULUS formalitasnya adalah wisuda, itulah yang biasanya dinantikan juga oleh orang tua yakni menghadiri wisuda kelulusan putra/putrinya yang merupakan suatu kebahagiaan tersendiri. Seperti orang tuaku juga yang katanya tak terasa putrinya sudah mau lulus, yang awalnya setengah hati mau kuliah karena biayanya namun akhirnya sudah mau lulus juga. Alhamdulillah... karena selama ada kemauan dan itu niatnya baik, insyaAllah ada jalan. Begitulah saya ingat kata ust. Supriyanto Pasir, dan benar sekali... saya merasakannya.

Semoga penelitianku segera selesai, mendapatkan hasil yang terbaik dan segera LULUS.
Dan semoga teman-teman Kimia 2010 semua juga diberikan kemudahan dalam skripsinya. Amin...
Semangat teman-teman...!

   



Selasa, 18 Maret 2014

SABAR...

Rahasia Sukses Orang Beriman
Dikutip dari Buku Pintar Akhlak Karya Dr. Amr Khaled (Motivator  Muslim Dunia)

Ketika berbicara tentang sabar sesungguhnya kita sedang berbicara tentang separuh iman dan tentang salah satu prinsip dasar agama Islam. Hal yang membantu untuk bersabar adalah pemahaman tentang kedudukannya. Allah SWT mengajarkan kepada kita bahwa alam muncul secara bertahap dan bahwa semua urusan tegak diatas kesabaran.

Ada tiga macam kesabaran :
1 1. Sabar dalam melakukan ketaatan yakni senatiasa menjaga ketaatan seperti shalat Shubuh, shalat malam,   dan dzikir.
2 2.  Sabar dalam meninggalkan maksiat dan segala bentuknya.
3 3.  Sabar dalam menghadapi ujian, misalnya engkau sabar mengahdapi godaan setan sebenarnya engkau bisa melakukannya tetapi engkau tidak melakukannya.

Yang tertinggi adalah kesabaran dalam meninggalkan maksiat dan melakukan ketaatan. Manusia berhak memilih untuk melakukan atau meninggalkan maksiat. Adapun ujian bukanlah kehendak manusia tetapi berasal dari sisi Allah SWT. Ujian pasti datang, hanya manusia ridha atau tidak.

 


Rabu, 05 Maret 2014

Konsultasi bermakna...

Rabu, 05 Maret 2014 @ruang Pak Arso

Pagi tadi tidak direncana, tidak sengaja tapi ini pasti sesuatu yang sudah ditetapkan Allah. Bahwa hari ini aku mendapat hikmah... Aku ikut nina, ami dan tika ketemu pak Arso untuk bimbingan. Memang terkadang bapak-bapak dosen kita itu tak bisa diprediksi, maksudnya kebaikannya,,,. Ikut mereka bertemu beliau tadi cukup membuat hati saya tergugah dan bersemangat kembali.

Malah aku terharu banget, ternyata bapak dosenku yang satu ini baik banget. Memang sih kalau penah liat beliau nguji mahasiswa dikenal komentarnya yang cukup membuat hati uuuhahhh..., maaf ya pak hehe..., tapi saya tahu sebenarnya bapak itu baik. Dan saya juga tahu bahwa sebenarnya semua ibu dan bapak dosen kimia itu semua baik. Mungkin hanya karena lagi sibuk saja, makanya kurang memperhatikan mahasiswanya, terutama suara hatinya.  

Kami tadi mendapatkan pelajaran yang cukup menarik dan berharga dari beliau, selain beliau yang telah menyempatkan waktunya untuk kita konsultasi masalah skripsi, terimakasih....,
Ada beberapa kalimat bermakna yang masih kuingat, yaitu pas tika bilang dikiranya bimbingan itu seram ya... trus kata beliau, “sebelum tak suka sama orang maka ta’aruf dulu”. Setengah bercanda sih, tapi itu maknanya dalam lho...  Yah.., memang betul sekali, hendaknya kita memang harus mengenal sifat seseorang dahulu sebelum kita menyatakan suka atau tidak suka pada seseorang. 

Trus bercandaan lagi, pas tika bilang dirinya belum mahir mengolah kata, kemudian beliau menyahut, “Iyalah jadi wanita itu tidak hanya belajar mengolah kata, tapi juga mengolah makanan. Tidak hanya belajar ngaji juga, tapi juga belajar mengurus rumah”. Masya Allah..., lagi-lagi makna yang begitu dalam kutangkap, memang jadi seorang wanita itu harus bener-bener siap lahir dan batin. Apalagi mahasiswi semester atas seperti kita yang insyaAllah sebentar lagi akan LULUS.  

Ya Allah.., apalagi tugas seorang wanita itu bisa dikatakan besar, tapi itu adalah tugas yang mulia. Selagi kita sedang berkutak-katik dengan bahan kimia, ngerjakan skripsi, tapi kita juga harus mempersiapkan masa depan, kita ingat bahwa tugas seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga. Setinggi apapun sekolah seorang wanita, ia akan tetap dinilai hebat dari keberhasilannya dalam mengurus rumah tangga. Ketaatannya pada suami dan keberhasilannya dalam mendidik anak.

Konsultasi tadi pagi itu membuat aku bersemangat pengen belajar lagi. Yah..., belajar semuanya belajar kimia yang lebih bisa bermanfaat lagi khususnya aplikasinya, belajar menghargai sesuatu apapun termasuk kejadian yang menimpa diri kita dan belajar untuk menghadapi masa depan.
Dan tadi saya bertanya pada beliau tentang skripsi saya yang belum jelas, beliau cukup memberiku penjelasan dan memintaku bertanya lagi ke pembimbing. “Sabar ya Er...”, “trus tugas kalian (bilang ke Nina, Tika dan Ami) menyemangati Erni”, kata beliau. Ha..ha dukung... J hhmm terharu sekali...
O iya, milad kemarin itu beliau juga satu-satunya dosen yang memberiku ucapan dan do’a.


Terimakasih bapak..., hari ini telah memberikan makna yang begitu berarti untukku ... Jazakallahu khairan... 

Bahagia itu Sederhana



“Bahagia itu sederhana”, begitulah penjelasan sebuah kata bijak.
Bahagia menurutku adalah sebuah rasa yang membuat kita senang, dan anggapan bahagia setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung bagaimana cara pandang orang tersebut.
Rasa bahagia biasanya tersimpul dalam sebuah senyuman atau bahkan terlontar dalam gelak tawa. Namun bukan bahagia yang membuat kita tersenyum, tetapi senyumlah yang membuat kita bahagia. Iyakan, sepakat....?

Lalu bagaimana, ketika masalah datang? Apakah kita juga harus tersenyum... ?
Yah, kita bisa hadapi masalah dengan senyuman. Kita ini hidup mas/mbak  jadi mesti ada yang namanya masalah. Dan setiap masalah yang datang  bukan untuk diratapi tapi untuk dihadapi dan dicari solusinya. ^ ^yang lagi bermasalah dengan skripsi, Sabar... pasti semua yang terjadi  ada hikmahnya. Segera bergerak dan selesaikan... Semangat! #menyemangati diri sendiri.

“Jadikanlah setiap bertemu masalah, kemampuan dan kemauan mengatasinya lebih besar dari masalah yang ada. ”

Bukankah harusnya kita bersyukur karena masih diberi masalah... ? #cari jawabannya sendiri, di Kitab suci Al Qur’an sudah tercantum.
Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah. Selalu ada celah dari goa yang rapat,selalu ada lubang dan pori-pori dalam tanah, selalu ada jawaban-jawaban dari sebuah pertanyaan. Artinya, segala masalah yang datang sudah didesain oleh Allah beserta jalan keluarnya.

Lalu, apa itu sederhana?
Sederhana menurutku adalah sikap tidak berlebih-lebihan/lebay dan juga tidak terlalu kurang/merendah. Bagaimana ini kata-katanya.., pokoknya begitulah...
Bukankah Allah juga tidak menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan ?
Ngomong-ngomong soal sederhana, aku jadi teringat sama bapak. Ya..., bapak saya itu sosok orang yang sederhana, mungkin karena itulah dan lingkungan keluarga juga yang membuat saya belajar menjadi orang sederhana.

Bukan dari fisik atau sesuatu yang kita lihat yang utama kita nilai, tapi apa yang ada didalamnya. Bukan rumah megah yang membuat sebuah keluarga bahagia, tetapi orang-orang yang ada didalamnyalah yang membuat kita bahagia. # I love my family...
Dari dulu, ibu kalau membelikan sesuatu dari pakaian, peralatan sekolah, dll. itu katanya “Rasah sik larang sik penting keno nggo ganti” maksudnya ga usah yang mahal yang penting bisa buat ganti, buat ngleremi/ngedem-ngedemi juga sich...hehe. Yang penting sesuai fungsinya, tapi awet juga kok, dan ada betulnya. Kalau sepatu/tas belum rusak belum beli...paling punya 1 atau 2 serep paling banyak kalau datang musim hujan.

Terus, lagi soal perabot rumah tangga, karena bapak bisa buat perabot sendiri jadi seluruh perabot yang ada di rumah ga perlu beli, mulai dari tempat tidur, lemari, buffet, rak hingga meja/kursi. Masih ingat dulu ketika kecil, aku dan kakakku pengen dibelikan kursi yang empuk dan kata bapak “Kursi rotan we, malah luwih awet tur murah, durung mesti kursi empuk awet, nek nggawe dhewe kan nggo kayu sik apik dadi luwih awet”, dan memang terbukti hingga sekarang kursi rotan itu masih berdiri tegak, cuma pernah 1 kali ganti rotan.

Pernah juga dulu ketika rencana mau beli motor lagi selain motor alfa yang sudah ada, yang dibeli tahun ’95. Hingga sekarang berarti sudah emmm... 19 tahun, kalau orang udah ABG itu. Kalau motor sudah apa ya... Itupun belum jadi-jadi, bukan karena ngga ada uang tapi karena memang belum butuh. Kata bapak, “Ra papa motor suarane sero, malah rasah kulanuwun” , memang motor alfa itukan suaranya kenceng banget, dari jauhpun sudah bisa ditebak. Jadi kalau mau bertamu ke tempat orang ga perlu permisi, orang udah keluar duluan. Ha..ha...

Bapak baru beliin motor supra itu, ketika aku kelas 2 SMK. Karena memang butuh, waktu itu aku ada jadwal sore dan harus pulang malam, ga bisa kalau naik bis.
Kok malah curhat masa lalu sich...^ ^ diambil sisi positifnya aja...
Kembali ke topik utama, Jadi bahagia itu bisa muncul dari sesuatu yang sederhana, salah satu simbol sederhana dari kebahagiaan adalah senyuman.

So, keep your smile, supaya kamu tetap bahagia. Ok Oke... J!













Senin, 03 Maret 2014

“Si Abu”

Ketika aku bangun pagi
Kulihat rintik-rintik, tapi bukan rintik air
Ketika kutengadahkan wajahku ke langit, sesuatu masuk ke mataku
Ternyata rintik itu, hujan abu...

Pagi itu tampak lebih gelap dari biasanya
Hingga beberapa jam hujan itu turun,
Ternyata ia telah menyapa seluruh kota Jogja  dan sekitarnya

Kulihat daun-daun merunduk, bahkan adapula yang patah
tak kuasa menahan beratnya abu yang menutupi permukaannya
Ketika siang datang menjelang, matahari tak begitu tampak
Tapi dengan panasnya, sudah mengeringkan abu yang tadi pagi sempat dibasahi gerimis

Siang itu begitu riuh dengan abu yang beterbangan
Di jalan-jalan, daun-daun, atap rumah...
Hingga harus membuat setiap orang yang keluar rumah
Memakai alat pelindung diri

Orang-orang membersihkan halaman rumah dan jalan-jalan
dari  si abu yang satu ini,

Dan hingga tiga hari dari turunnya abu ini,
kulihat di luar rumah, daun-daun masih lekat dengan abu
Atap rumah masih tebal dengan abu
Ketika melewati jalan-jalan, masih banyak abu beterbangan
Semoga segera turun hujan deras, yang dapat membersihkankan si abu ini

Gunung Kelud sedang bergolak,
Muntahan material yang keluar begitu dahsyat
Meski jarak berpuluh kilometer
Namun muntahan materialnya terbawa angin hingga Jojga

Itulah salah satu bukti kekuasaan Sang Maha Kuasa

# @home, “ menanti turun hujan ditengah-tengah debu abu”
Alhamdulillah, malam harinya hujan deras... J


Rabu, 26 Februari 2014

3 Malaam I’tikaf

14 Agust. 13 @home
Ketika itu hari ahad 4 Agustus 2013, ana pulang dari tempat KKN. Huuh... rasanya pengen sekali cepet tiba di ULIL..., ^^naik motor. Pas sampai di hampir per4an Degolan itu, ana melihat dari kejauhan megahnya kubah kuning....hoou langsung mata ini berkaca-kaca, masyaAllah... kangeeeen banget... sudah bener-bener ana menyiapkan diri dan hati ini untuk beri’tikaf 3 malam terakhir Ramadhan ini. Maklum ditempat KKN ibadahnya belum bisa maksimal, tarawih 23 rakaat 30 menit... ^sedih Cuma ikut sekali. Pas sampai di depan ulil itu, “Ulil... ana merindukanmu “, ^tampak megah nan indah kulihat kubah kuning yang diselimuti awan diatasnya, menambah keindahannya....   

Setelah tiba di asrama, “Assalamu’alaikum,” dengan semangat ana ucapkan... Neli menyambut yang sedang di kamar chacha siap-siap mau pulang mudik sorenya. Habis itu masuk kamar, Subhanallah... kecewa super berantakan, lemari + isinya terbuka dan acak-acakan. sudah ditinggal bersih kok pulang kondisinya begitu Tapi ya sudahlah..., Masuk kamar mandi haduh... super kotor... kenapa begini, akhirnya ana juga harus turun tangan.
Sudah selesai bersihkan diri, uhhh seger rasanya. Diajak mb Za beli gorengan buat pembatal. Pergi kedepan boulevart yang masih cukup ramai meski mahasiswa sudah banyak pulang. Pas mau nyebrang ketemulah dengan mas Lanjar dan Mas Chepy, Langsung senyum terlepas dari bibir ana. Rasanya seperti bertemu dengan saudara, sungguh.... menyapalah mereka...”ehhh, mb erni tho...Alhamdulillah tambah personil” kata mas Lanjar, kaREna memang sudah banyak yang yang pulang. Mas chepy juga menyapa...eh tertnyata ia lagi ada tragedi sama mb zahra, pastes agak aneh sikapnya. Sudah pergilah mereka... Pas menyiapkan takjil, bertemulah ana dengan teman-teman, rasanya seneng sekali... jadi semangat.

Alhamdulillah, Akhirnya ana bisa melewati 3 malam terakhir i’tikaf. Acung jempol buat teman-teman yang telah mempersiapkan dengan begitu detailnya. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya jama’ahnya begitu banyak, sekarang juga lebih tersrtuktur. Ustad-ustad ternama beri’tikaf di Ulil ternyata. Ada ustadz Awan, Ust. Fatan, Ust Faudzil dan gurunya dan tentunya Ust. Ulin yang juga menjadi imam qiyamullail.
Ketika itu kulewati malam ke-28, habis tarawih baca Qur’an sebentar dan tertidur masih lelah perjalannan KKN. Bangun sampai shalat Lail... inilah yang ana tunggu-tunggu, lantunan ayat suci yang dibacakan ust. Ulin begitu menggetarkan kalbu. Meski bacaanya panjang tapi begitu khusyu’ dengan suaranya yang begitu menyentuh hati. Malam itu dibacalah surat Al Mujadalah di rakaat pertama shalat, dilanjutkan surat lain juz 28 di rakaat yang lain.

Malam ke-29, habis shalat tarawih ana tetidur kemudian terbangun sekitar pukul sebelas. Lalu kuambil air wudhu, dan ana baca Al Qur’an hingga pertengahan malam. Trus ana pengen istirahat... ngambil snack dulu ah... eh ada mb Endang duduk disamping jendela yang juga sedang makan snack. Akhirnya kami ngobrol sebentar sambil makan tanggo coklat... “Penasaran lho dek,,, bagaimana ya keadaan saat malam lailatul qadar itu turun”,  kata beliau. “Iya ya Mb.. gimana ya tanda-tandanya?”,tanyaku. Kata beliau tandanya itu, malam terasa tenang kemudian pagi harinya matahari tidak panas juga tidak mendung. “Kok tadi sore itu tumben juga hujan, kan selama sepuluh hari terakhir ini belum ada turun hujan, apakah ini tanda akan turun lailatul qadar”, kata beliau dengan gayanya yang sangat ramah dan semangat. Sangat suka, beliau sangat baik... dan paginya memang matahari nampak berbeda, apakah memang malam itu turun lailatul qadar? Wallahu’alam... , Dan malam itu dibaca surat Al Mulk pada rakaat pertama qiyamullail dan surat lain juz 29. ==

Akhirnya tibalah malam terakhir bulan ramadhan, malam ke-30. Dibacalah surat di juz 30  saat qiyamullail. Selesai shalat qiyamul lail, benar-benar tak tertahan melelehlah butiran air mata ini... sebelumnya pas shalatpun ana juga tak kuasa menahan air mata ketika dibaca surat Abasa, Ingat  ayat yang artinya kelak di hari akhir kita tidak akan peduli pada siapapun... kita akan terpisah dari ibu, ayah dan kerabat kita... ditambah surat – surat lain yang banyak menggambarkan hari kiamat... Hmmm langsung meleleh air mata..., Masya Allah, memang tidak ada daya dan kekuatan Kecuali Allah Yang Maha Kuasa.   Ditambah lagi, ramadhan yang ternyata telah usai tahun ini. Semoga dipertemukan kembali di ramadhan tahun depan dengan keadaan yang lebih baik. Amiin..

    


Goes To MalanG...


Pagi hari kamis, ana dapat sms dari mas Lanjar... diajak silaturahim ke malang tempat kak fatur sekalian jalan-jalan ke bromo. Lagsung girang, dan langsung ana bales mau ikuut... Ana suka sekali dengan jelajah alam, memang benar tidak akan pernah bosan untuk dinikmati. Menikmati keagungan-Nya...

Malam Ahad, 10 Agustus 13 kami para penghuni terakhir Al Mahfudz dan Al Zain berangkat pergi ke Malang.  Dengan mobil “ulil alphard” hijau yang tangguh bernopol AB 1303 SZ, kami ber sebelas menaikinya. Di depan ada mas Harun sebagai driver, mas Ali dan Mb Zahra. Ditengah ada mb chil,vivi,Mj dan ana. Di belakang ada mas Memed, mas Billah, mas Indraji dan mas Lanjar.

Perjalanan berangkat kami cukup lama, macet karena arus balek dan eremania. Di perjalanan begitu seru dengan guyonan mb zahra yang ditimpali degan mas Lanjar dan mb chil. Dengan permainan pertnyaan mereka, dengan guyon mas Memed yang terlalu banyak dicandain. Sempat berhenti makan dan istirahat dimasjid. Akhirnya sampai di rumah kak Fatur hari ahad malam ba’da isya.

Paginya kita diajak sarapan mie ayam..., trus ke pondoknya kak Fatur, lalu jam sepuluhan kita berangkat menuju Bromo, Bener-bener spesial Cuma mobil hijau kita yang diijinkan masuk lainnya harus ganti mobil. Kita melewati padang pasir yang begitu luas, panas tapi sejuk. Perjalanan menuju Bromo ini sangat menakjubkan, di kanan kiri tampak indahnya pegunungan , nampak pula puncak Gunung semeru. Tampak pula lautan awan yang Masya Allah..., indahnya...kita sempat foto di gerbang masuk dan di padang rumput pakis-pakisan dan juga banyak  tumbuh bunga eidelweis “bunga keabadian” katanya.

Kita naik ke kawah Bromo ditengah debu dan terik matahari, banyak tunggangan kuda. Nah..., saat naik ini ana sempet mau pinsan. “Rasane wis semrepet”, dan akhirnya ana muntah... didepan ada mas lanjar dan mas indraji lagi, dibelakng ada vivi.  Haduh.... “maaf ya”, kataku “haah sudah biasa”, kata mas Lanjar, ana jadi agak pusing. Haah padahal mau menikmati indahnya alam, malah jadi begini... tapi ana masih sempet melihat kawah yang mengalir air panas belerang. Masya allah...

Disuruh foto.., aduh nie lagi kliyeng orang ngajak foto... akhirnya ana difoto sendiri. Pas sakit ini sempet-sempetnyalah ana difoto, tapi bagus hasilnya kata mas lanjar... Setelah puas berfoto kamipun turun, dengan digandeng mb za... ditemani mas Ali dan mas Billah ana sampai ke mobil.

Kemudian kami pulang menuju rumah kak Fatur lagi, tapi harus muter lewat Pasuruan. Ditengah perjalanan kak fatur ngomong nie.. nanti tanjakannya cukup tinggi jadi hati-hati. Eh... tak berapa lama, kami bertemu tanjakan yang membuat kami khawatir, mj berteriak, langsung kami turun “ambil batu”, kata mas Ali... Kak Fatur pun ikut khawatir sampai motornya hampir jatuh. Akhirnya mobil terkendali dan dinaiki sendiri oleh mas Harun, kamipun jalan kaki menyusul. Ughhh tanjaakan... “sepertinya memang kelebihan muatan, pas sendiri ok aja jalannya”, kata Mas Harun. Tanjakan berikutnya ana dan mb chil aja yang disuruh naik, gara-gara tadi ana sudah tepar. Setelah tanjakan ekstream terlewat, kamipun kembali menaiki mobil melanjutkan perjalanan. Di masjid kami shalat dan makan bekal yang sudah disiapkan umi kak fatur. Dan lanjut perjalanan hingga malam tiba di rumah kak Fatur.

Setelah bersih ana shalat di mushala, trus tidur soalnya pusing banget. Biasanya kalau pusing begini buat tidur nanti bangun sudah sehat lagi. Ana sudah males makan, dan tidak ikut makan malam. Tapi tidurnya jadi klisikan... paginya terasa laper hhha... tapi Alhamdulillah, sudah ga pusing lagi...

Paginya ana, mb zahra, Mj, mas harun mas lanjar dan mas indraji ikut belanja bahan makanan buat umi masak. Dari Pasarpun kami masak untuk bekal perjalanan pulang. Sebelum pulang kami makan bakso sampurna, kemudian berfoto di masjid Tiban. Dari masjid kita berpisah dan pamitan dengan kak Fatur, Jazakillah.. buat kak Fatur dan keluarga. Semoga dimudahkan dan dilancarkan rizkinya... Amin... Kamipun melanjutkan perjalanan dan Alhamdulillah lancar..., sampai asrama pukul dua pagi hari Rabu.

Perjalanan yang menyenangkan, dan insyaAllah tak terlupakan... Banyak hikmah dari perjalanan ini...