Rabu, 05 Maret 2014 @ruang Pak
Arso
Pagi tadi tidak direncana, tidak
sengaja tapi ini pasti sesuatu yang sudah ditetapkan Allah. Bahwa hari ini aku
mendapat hikmah... Aku ikut nina, ami dan tika ketemu pak Arso untuk bimbingan.
Memang terkadang bapak-bapak dosen kita itu tak bisa diprediksi, maksudnya
kebaikannya,,,. Ikut mereka bertemu beliau tadi cukup membuat hati saya
tergugah dan bersemangat kembali.
Malah aku terharu banget,
ternyata bapak dosenku yang satu ini baik banget. Memang sih kalau penah liat
beliau nguji mahasiswa dikenal komentarnya yang cukup membuat hati uuuhahhh...,
maaf ya pak hehe..., tapi saya tahu sebenarnya bapak itu baik. Dan saya juga tahu
bahwa sebenarnya semua ibu dan bapak dosen kimia itu semua baik. Mungkin hanya
karena lagi sibuk saja, makanya kurang memperhatikan mahasiswanya, terutama
suara hatinya.
Kami tadi mendapatkan pelajaran
yang cukup menarik dan berharga dari beliau, selain beliau yang telah
menyempatkan waktunya untuk kita konsultasi masalah skripsi, terimakasih....,
Ada beberapa kalimat bermakna yang
masih kuingat, yaitu pas tika bilang dikiranya bimbingan itu seram ya... trus
kata beliau, “sebelum tak suka sama orang maka ta’aruf dulu”. Setengah bercanda
sih, tapi itu maknanya dalam lho... Yah.., memang betul sekali, hendaknya kita
memang harus mengenal sifat seseorang dahulu sebelum kita menyatakan suka atau
tidak suka pada seseorang.
Trus bercandaan lagi, pas tika
bilang dirinya belum mahir mengolah kata, kemudian beliau menyahut, “Iyalah
jadi wanita itu tidak hanya belajar mengolah kata, tapi juga mengolah makanan.
Tidak hanya belajar ngaji juga, tapi juga belajar mengurus rumah”. Masya
Allah..., lagi-lagi makna yang begitu dalam kutangkap, memang jadi seorang
wanita itu harus bener-bener siap lahir dan batin. Apalagi mahasiswi semester
atas seperti kita yang insyaAllah sebentar lagi akan LULUS.
Ya Allah.., apalagi tugas seorang
wanita itu bisa dikatakan besar, tapi itu adalah tugas yang mulia. Selagi kita
sedang berkutak-katik dengan bahan kimia, ngerjakan skripsi, tapi kita juga
harus mempersiapkan masa depan, kita ingat bahwa tugas seorang wanita adalah
menjadi ibu rumah tangga. Setinggi apapun sekolah seorang wanita, ia akan tetap
dinilai hebat dari keberhasilannya dalam mengurus rumah tangga. Ketaatannya
pada suami dan keberhasilannya dalam mendidik anak.
Konsultasi tadi pagi itu membuat
aku bersemangat pengen belajar lagi. Yah..., belajar semuanya belajar kimia
yang lebih bisa bermanfaat lagi khususnya aplikasinya, belajar menghargai
sesuatu apapun termasuk kejadian yang menimpa diri kita dan belajar untuk menghadapi
masa depan.
Dan tadi saya bertanya pada
beliau tentang skripsi saya yang belum jelas, beliau cukup memberiku penjelasan
dan memintaku bertanya lagi ke pembimbing. “Sabar ya Er...”, “trus tugas kalian
(bilang ke Nina, Tika dan Ami) menyemangati Erni”, kata beliau. Ha..ha
dukung... J
hhmm terharu sekali...
O iya, milad kemarin itu beliau
juga satu-satunya dosen yang memberiku ucapan dan do’a.
Terimakasih bapak..., hari ini
telah memberikan makna yang begitu berarti untukku ... Jazakallahu khairan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar