Rabu, 01 Januari 2014

Ketika diri ini butuh dorongan semangat dan ternyata hanya diri sendirilah yang dapat menyemangati diri. SEMANGAT.... ! Ternyata makin beranjak usia, pikiran kita makin bercabang. Wuihhh,,, banyak cabangnya ha...ha... namun bukankah memang begitu ya..., itu berarti pikiran kita berkembang, betul begitukan...?
Uneg2 ini kutulis ketika sedang "sesuatu" dengan Skripsi dan kepikiran banyak amanah yang lain. Namun harus tetap Syemangat OKkay... "Sesudah kesulitan itu ada kemudahan" 



A ROOM’S MEMORI IN AL MAHFUDZ

“SEBUAH MEMORI DALAM RUANG HATIKU DI AL MAHFUDZ ”


Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini Ahad, 22 Desember 2013 di kamar nomor 5 lantai bawah asrama Al Mahfudz, terasa begitu dingin menembus kulit, hembusan angin dari jendela belakang menambah dinginnya suhu di kamar. Memang kamar ini terasa lebih dingin dibanding kamar-kamar yang lain. Siang ini sedang turun hujan yang cukup deras, Allahumma shoyyibannafi’an.. semoga Allah menurunkan keberkahan dari hujan ini.   

Jadi teringat memori di kamar ini, kamar yang sekarang bercat kuning namun tetap gelap karena tak banyak sinar matahari yang dapat masuk.  Kamar yang sekarang ini tampak begitu terang dan mencolok mata ketika lampunya menyala. Dan di dua sudut kamar yang ditempel gambar daun-daun kecil berwarna merah dan hijau, sebuah nama yang diidolakan tertempel “Habiburahman El Shirazi”  dan kulihat tulisan-tulisan kecil yang ditulis di kertas berwarna merah yang berisi impian-impian teman sekamarku “Nurul” anak paling muda yang sekarang tinggal di asrama. Ia memang bercita-cita menjadi seorang penulis, yah... sama seperti diriku meski sekarang aku juga masih belajar. Semoga keinginan kita ini dapat tercapai, Amin.. 

Ngomong-ngomong soal teman kamarku yang paling muda, kok ternyata aku jadi teringat ternyata ia sekamar dengan anak yang paling tua usianya di asrama. He...he... sepertinya ga usah dibahas lagi masalah usia.  Tapi tak apalah..., karena dengan bertambahnya usia kita dapat merenungi bahwa berarti sisa usia kita berkurang. Dan itu artinya kita harus lebih banyak lagi beramal shalih, memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ingat diriku yang ternyata kurang lebih 2 bulan lagi telah genap berusia 23 tahun. Usia yang sudah bisa dikatakan dewasa...

Kamar ini kembali mengingatkan memoriku ketika aku pertama kali tinggal di asrama Al Mahfudz ini. Dan sepertinya di kamar ini pula, terakhir aku akan tinggal di asrama ini. Kok tiba-tiba jadi sedih ya... (mata ini berkaca-kaca). Masih ingat ketika dulu aku ditempatkan dikamar ini bersama mb Ewha oleh mb Indah sebagai ketua asrama. Dan masih sama, aku kebagian tempat tidur di ranjang atas. Dulu aku yang masih pendiam banget, belum bisa bersosialisasi dengan teman-teman asrama dan dulu dengan aku yang dulu.

Namun setelah beberapa bulan tinggal di asrama hingga sekarang, yang aku rasakan adalah lebih baik. Dan yang terpenting telah terangkai persaudaraan yang sangat indah, seindah pemandangan yang tampak di puncak gunung, seindah mentari di pagi hari, seindah bunga-bunga di taman yang bermekaran. Persaudaraan yang luas, seluas samudra di lautan dan persaudaraan yang kuat, sekuat deburan ombak yang dapat menghancurkan karang... meski terkadang ada kerikil-kerikil kecil di dalamnya namun karena itulah persaudaraan itu bertambah kuat. 

Kalau dihitung, tepat 3 tahun di bulan Desember 2013 ini aku tinggal di asrama Al Mahfudz tercinta ini. Dan itu berarti banyak amanah lain yang sedang menanti, semoga di sisa waktuku tinggal di Al Mahfudz tercinta dan di TMUA ini aku bisa memberikan yang terbaik. Dan meski nanti aku tidak tinggal di asrama lagi dan secara formal sudah tidak menjadi TMUA, namun insya Allah aku akan senantiasa  bisa ikut memberikan yang terbaik untuk Masjid Ulil Albab. Amin...

Telah banyak pelajaran yang aku dapatkan dari teman-teman di asrama dan telah banyak kenangan yang teruntai dalam persaudaraan selama ini. Baik dulu dari kakak-kakak senior maupun sekarang dari adik-adik tercinta. Meski di rumah aku hanya memiliki satu kakak, ternyata aku memiliki banyak saudara disini, masya Allah... 

Pokoknya aku ucapkan terimakasih kepada semua saudariku yang telah buanyaaak sekali mengajariku berbagai hal. Tentang bagaimana harus menghargai, memahami, bekerjasama dan masih banyak lagi hal yang tak dapat dituliskan dan semua itu tak dapat tergantikan, serta tak dapat diukur dan tak ternilai harganya. Yah..., semua itu terajut dalam sebuah tali persaudaraan yang tak lain adalah Ukhuwah dalam keluarga Al Mahfudz...

Terimakasih kepada :
Mb Neni yang dulu suka menyuruhku biar rame dikit he..he, Mb Harfi yang dulu mengajariku tahsin, T’ Mul, T’ Yelis yang mengajariku untuk selalu ceria, T’ Mila yang mengajariku untuk selalu semangat, Mb Indah yang mengajariku ketegasan, Mb Herlin, Mb Zahra yang juga mengajari untuk selalu ceria dan teori-teorinya yang kadang aneh tapi ada benarnya “peace...”, Mb Sylvi yang mengajariku percaya diri, Mb Ewha, Mb Etta, yang semua telah membagikan ilmunya untukku...

Nis yang suka mengajakku jalan-jalan dan mengajariku banyak hal, Nui, Phina, Asti, Yuyun, semua teman seangkatanku...yang mengajariku kerjasama

Dan semua adik-adikku, Vivi, Rafi, MJ, Rini, Sri, Icha, Eva, Neli, Chumay, Nurul, Dede, Aulia, Lu’lu, yang mengajariku kebersamaan, saling memahami  dan menyayangi...

Aku mencintai kalian semua karena Allah...