Selasa, 25 Februari 2014

About KKN (pART #2)

Hari Jum’at, 16 agustus kemarin ana balek lagi ke tempat KKN setelah kemarin dijeda libur Lebaran. Lumayan ada refreshing setelah jalan-jalan ke Bromo. Ana merasa KKN tahap kedua ini lebih banyak kegiatan dan merasa sudah lebih nyaman.

O iya..., disini ternyata banyak pemandangan yang indah, masyarakatnya ramah, setiap kali bangun pagi begitu terasa dingin. Setiap pagi ana melihat puncak pegunungan yang indah, setiap kali jalan ke Grabag ana menikmati pemandangan yang saaangat indah. Nampak merapi begitu indah nan kokohnya, tampak pegunungan Telomoyo... MasyaAllah indah sekali....,

Disini banyak sekali anak kecil... pada suka maen ke posko. Hari Ahad, 25 Agustus 13 kemarin kita ngadain lomba 17-an... lumayan seru...,

Tak terasa, sebentar lagi udah mau kelar nih.... Alhamdulillah program juga berjalan dengan lancar. Kok rasanya masih pengen tinggal ya..., udah jadi cukup deket. Meski unit ana aman ga ada “cinlok...” eh apa itu...? cilok kalie... ha enak itu...^^, kayanya semuanya kuat dengan karakter masing-masing. 

Ana yang dianggap kalem ini, dipanggil “mbak” sama semua temen-temen kecuali pak ketua. Karakter dari kami sepertinya aman, jadi ga ada cinlok seperti kebanyakan unit lain (afwan ya... yang baik aja kok yang ana tulis disini) pak ketua Mas Reksho dari Cirebon, jurusan elektro tapi juga pinter MIPA dengan gayanya yang maskulin dan ucapannya yang suka bikin ketawa..., Amri dari Pekalongan, anak yang suka menyebut dirinya “arsitek muda” karna memang usianya masih sangat muda, dengan gayanya yang lucu dan cerita imajinasinya yang tinggi cocok jadi arsitek... bikin kita terpingkal... dan Ok-nya ia yang paling tertib Shalatnya diantara cowok yang lain. Pengetahuan Islamnya juga banyak coz, ia anak pondok dari SMP. Yoga, anak Hukum dari Palembang yang tampaknya pendiam tapi kalau udah kenal ya...cukup rame, tapi memang paling diam diantara cowok yang lain, baik juga, suka masukin motorku kalau malem, terimakasih.... Brian, anak manajemen asli Jogja orangnya sepertinya teliti banget dan lengkap membawa 1 wadah obat-abatan dari ibunya. Hmmm, cukup membantu kalau ada yang sakit. Ceweknya ada Luluk, gadis akuntansi asli Jogja tapi kecil di Parakan Jateng ini berparas cantik dan paling bisa bersosialisasi, Nina, anak hukum juga dari Kalimantan tapi orang tua dari Jogja ; anaknya baik, paling rajin mencatat pokoknya sebenernya lebih cocok dia jadi sekertaris. Satunya lagi Dea, anak tekim asal Palembang yang satu ini paling pinter masak, suka masak yang unik-unik, ana jadi belajar bikin pem-pek dan tek wan darinya.

Terimakasih atas kerja samanya selama KKN, semoga silaturahim kita tetap berlanjut...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar