About
KKN (pART #2)
Hari
Jum’at, 16 agustus kemarin ana balek lagi ke tempat KKN setelah kemarin dijeda
libur Lebaran. Lumayan ada refreshing setelah jalan-jalan ke Bromo. Ana merasa
KKN tahap kedua ini lebih banyak kegiatan dan merasa sudah lebih nyaman.
O
iya..., disini ternyata banyak pemandangan yang indah, masyarakatnya ramah,
setiap kali bangun pagi begitu terasa dingin. Setiap pagi ana melihat puncak
pegunungan yang indah, setiap kali jalan ke Grabag ana menikmati pemandangan
yang saaangat indah. Nampak merapi begitu indah nan kokohnya, tampak pegunungan
Telomoyo... MasyaAllah indah sekali....,
Disini
banyak sekali anak kecil... pada suka maen ke posko. Hari Ahad, 25 Agustus 13
kemarin kita ngadain lomba 17-an... lumayan seru...,
Tak
terasa, sebentar lagi udah mau kelar nih.... Alhamdulillah program juga
berjalan dengan lancar. Kok rasanya masih pengen tinggal ya..., udah jadi cukup
deket. Meski unit ana aman ga ada “cinlok...” eh apa itu...? cilok kalie... ha
enak itu...^^, kayanya semuanya kuat dengan karakter masing-masing.
Ana
yang dianggap kalem ini, dipanggil “mbak” sama semua temen-temen kecuali pak
ketua. Karakter dari kami sepertinya aman, jadi ga ada cinlok seperti
kebanyakan unit lain (afwan ya... yang baik aja kok yang ana tulis disini) pak
ketua Mas Reksho dari Cirebon, jurusan elektro tapi juga pinter MIPA dengan
gayanya yang maskulin dan ucapannya yang suka bikin ketawa..., Amri dari
Pekalongan, anak yang suka menyebut dirinya “arsitek muda” karna memang usianya
masih sangat muda, dengan gayanya yang lucu dan cerita imajinasinya yang tinggi
cocok jadi arsitek... bikin kita terpingkal... dan Ok-nya ia yang paling tertib
Shalatnya diantara cowok yang lain. Pengetahuan Islamnya juga banyak coz, ia
anak pondok dari SMP. Yoga, anak Hukum dari Palembang yang tampaknya pendiam
tapi kalau udah kenal ya...cukup rame, tapi memang paling diam diantara cowok
yang lain, baik juga, suka masukin motorku kalau malem, terimakasih.... Brian,
anak manajemen asli Jogja orangnya sepertinya teliti banget dan lengkap membawa
1 wadah obat-abatan dari ibunya. Hmmm, cukup membantu kalau ada yang sakit. Ceweknya
ada Luluk, gadis akuntansi asli Jogja tapi kecil di Parakan Jateng ini berparas
cantik dan paling bisa bersosialisasi, Nina, anak hukum juga dari Kalimantan
tapi orang tua dari Jogja ; anaknya baik, paling rajin mencatat pokoknya
sebenernya lebih cocok dia jadi sekertaris. Satunya lagi Dea, anak tekim asal
Palembang yang satu ini paling pinter masak, suka masak yang unik-unik, ana
jadi belajar bikin pem-pek dan tek wan darinya.
Terimakasih
atas kerja samanya selama KKN, semoga silaturahim kita tetap berlanjut...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar