Rabu, 26 Februari 2014

3 Malaam I’tikaf

14 Agust. 13 @home
Ketika itu hari ahad 4 Agustus 2013, ana pulang dari tempat KKN. Huuh... rasanya pengen sekali cepet tiba di ULIL..., ^^naik motor. Pas sampai di hampir per4an Degolan itu, ana melihat dari kejauhan megahnya kubah kuning....hoou langsung mata ini berkaca-kaca, masyaAllah... kangeeeen banget... sudah bener-bener ana menyiapkan diri dan hati ini untuk beri’tikaf 3 malam terakhir Ramadhan ini. Maklum ditempat KKN ibadahnya belum bisa maksimal, tarawih 23 rakaat 30 menit... ^sedih Cuma ikut sekali. Pas sampai di depan ulil itu, “Ulil... ana merindukanmu “, ^tampak megah nan indah kulihat kubah kuning yang diselimuti awan diatasnya, menambah keindahannya....   

Setelah tiba di asrama, “Assalamu’alaikum,” dengan semangat ana ucapkan... Neli menyambut yang sedang di kamar chacha siap-siap mau pulang mudik sorenya. Habis itu masuk kamar, Subhanallah... kecewa super berantakan, lemari + isinya terbuka dan acak-acakan. sudah ditinggal bersih kok pulang kondisinya begitu Tapi ya sudahlah..., Masuk kamar mandi haduh... super kotor... kenapa begini, akhirnya ana juga harus turun tangan.
Sudah selesai bersihkan diri, uhhh seger rasanya. Diajak mb Za beli gorengan buat pembatal. Pergi kedepan boulevart yang masih cukup ramai meski mahasiswa sudah banyak pulang. Pas mau nyebrang ketemulah dengan mas Lanjar dan Mas Chepy, Langsung senyum terlepas dari bibir ana. Rasanya seperti bertemu dengan saudara, sungguh.... menyapalah mereka...”ehhh, mb erni tho...Alhamdulillah tambah personil” kata mas Lanjar, kaREna memang sudah banyak yang yang pulang. Mas chepy juga menyapa...eh tertnyata ia lagi ada tragedi sama mb zahra, pastes agak aneh sikapnya. Sudah pergilah mereka... Pas menyiapkan takjil, bertemulah ana dengan teman-teman, rasanya seneng sekali... jadi semangat.

Alhamdulillah, Akhirnya ana bisa melewati 3 malam terakhir i’tikaf. Acung jempol buat teman-teman yang telah mempersiapkan dengan begitu detailnya. Tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya jama’ahnya begitu banyak, sekarang juga lebih tersrtuktur. Ustad-ustad ternama beri’tikaf di Ulil ternyata. Ada ustadz Awan, Ust. Fatan, Ust Faudzil dan gurunya dan tentunya Ust. Ulin yang juga menjadi imam qiyamullail.
Ketika itu kulewati malam ke-28, habis tarawih baca Qur’an sebentar dan tertidur masih lelah perjalannan KKN. Bangun sampai shalat Lail... inilah yang ana tunggu-tunggu, lantunan ayat suci yang dibacakan ust. Ulin begitu menggetarkan kalbu. Meski bacaanya panjang tapi begitu khusyu’ dengan suaranya yang begitu menyentuh hati. Malam itu dibacalah surat Al Mujadalah di rakaat pertama shalat, dilanjutkan surat lain juz 28 di rakaat yang lain.

Malam ke-29, habis shalat tarawih ana tetidur kemudian terbangun sekitar pukul sebelas. Lalu kuambil air wudhu, dan ana baca Al Qur’an hingga pertengahan malam. Trus ana pengen istirahat... ngambil snack dulu ah... eh ada mb Endang duduk disamping jendela yang juga sedang makan snack. Akhirnya kami ngobrol sebentar sambil makan tanggo coklat... “Penasaran lho dek,,, bagaimana ya keadaan saat malam lailatul qadar itu turun”,  kata beliau. “Iya ya Mb.. gimana ya tanda-tandanya?”,tanyaku. Kata beliau tandanya itu, malam terasa tenang kemudian pagi harinya matahari tidak panas juga tidak mendung. “Kok tadi sore itu tumben juga hujan, kan selama sepuluh hari terakhir ini belum ada turun hujan, apakah ini tanda akan turun lailatul qadar”, kata beliau dengan gayanya yang sangat ramah dan semangat. Sangat suka, beliau sangat baik... dan paginya memang matahari nampak berbeda, apakah memang malam itu turun lailatul qadar? Wallahu’alam... , Dan malam itu dibaca surat Al Mulk pada rakaat pertama qiyamullail dan surat lain juz 29. ==

Akhirnya tibalah malam terakhir bulan ramadhan, malam ke-30. Dibacalah surat di juz 30  saat qiyamullail. Selesai shalat qiyamul lail, benar-benar tak tertahan melelehlah butiran air mata ini... sebelumnya pas shalatpun ana juga tak kuasa menahan air mata ketika dibaca surat Abasa, Ingat  ayat yang artinya kelak di hari akhir kita tidak akan peduli pada siapapun... kita akan terpisah dari ibu, ayah dan kerabat kita... ditambah surat – surat lain yang banyak menggambarkan hari kiamat... Hmmm langsung meleleh air mata..., Masya Allah, memang tidak ada daya dan kekuatan Kecuali Allah Yang Maha Kuasa.   Ditambah lagi, ramadhan yang ternyata telah usai tahun ini. Semoga dipertemukan kembali di ramadhan tahun depan dengan keadaan yang lebih baik. Amiin..

    


Goes To MalanG...


Pagi hari kamis, ana dapat sms dari mas Lanjar... diajak silaturahim ke malang tempat kak fatur sekalian jalan-jalan ke bromo. Lagsung girang, dan langsung ana bales mau ikuut... Ana suka sekali dengan jelajah alam, memang benar tidak akan pernah bosan untuk dinikmati. Menikmati keagungan-Nya...

Malam Ahad, 10 Agustus 13 kami para penghuni terakhir Al Mahfudz dan Al Zain berangkat pergi ke Malang.  Dengan mobil “ulil alphard” hijau yang tangguh bernopol AB 1303 SZ, kami ber sebelas menaikinya. Di depan ada mas Harun sebagai driver, mas Ali dan Mb Zahra. Ditengah ada mb chil,vivi,Mj dan ana. Di belakang ada mas Memed, mas Billah, mas Indraji dan mas Lanjar.

Perjalanan berangkat kami cukup lama, macet karena arus balek dan eremania. Di perjalanan begitu seru dengan guyonan mb zahra yang ditimpali degan mas Lanjar dan mb chil. Dengan permainan pertnyaan mereka, dengan guyon mas Memed yang terlalu banyak dicandain. Sempat berhenti makan dan istirahat dimasjid. Akhirnya sampai di rumah kak Fatur hari ahad malam ba’da isya.

Paginya kita diajak sarapan mie ayam..., trus ke pondoknya kak Fatur, lalu jam sepuluhan kita berangkat menuju Bromo, Bener-bener spesial Cuma mobil hijau kita yang diijinkan masuk lainnya harus ganti mobil. Kita melewati padang pasir yang begitu luas, panas tapi sejuk. Perjalanan menuju Bromo ini sangat menakjubkan, di kanan kiri tampak indahnya pegunungan , nampak pula puncak Gunung semeru. Tampak pula lautan awan yang Masya Allah..., indahnya...kita sempat foto di gerbang masuk dan di padang rumput pakis-pakisan dan juga banyak  tumbuh bunga eidelweis “bunga keabadian” katanya.

Kita naik ke kawah Bromo ditengah debu dan terik matahari, banyak tunggangan kuda. Nah..., saat naik ini ana sempet mau pinsan. “Rasane wis semrepet”, dan akhirnya ana muntah... didepan ada mas lanjar dan mas indraji lagi, dibelakng ada vivi.  Haduh.... “maaf ya”, kataku “haah sudah biasa”, kata mas Lanjar, ana jadi agak pusing. Haah padahal mau menikmati indahnya alam, malah jadi begini... tapi ana masih sempet melihat kawah yang mengalir air panas belerang. Masya allah...

Disuruh foto.., aduh nie lagi kliyeng orang ngajak foto... akhirnya ana difoto sendiri. Pas sakit ini sempet-sempetnyalah ana difoto, tapi bagus hasilnya kata mas lanjar... Setelah puas berfoto kamipun turun, dengan digandeng mb za... ditemani mas Ali dan mas Billah ana sampai ke mobil.

Kemudian kami pulang menuju rumah kak Fatur lagi, tapi harus muter lewat Pasuruan. Ditengah perjalanan kak fatur ngomong nie.. nanti tanjakannya cukup tinggi jadi hati-hati. Eh... tak berapa lama, kami bertemu tanjakan yang membuat kami khawatir, mj berteriak, langsung kami turun “ambil batu”, kata mas Ali... Kak Fatur pun ikut khawatir sampai motornya hampir jatuh. Akhirnya mobil terkendali dan dinaiki sendiri oleh mas Harun, kamipun jalan kaki menyusul. Ughhh tanjaakan... “sepertinya memang kelebihan muatan, pas sendiri ok aja jalannya”, kata Mas Harun. Tanjakan berikutnya ana dan mb chil aja yang disuruh naik, gara-gara tadi ana sudah tepar. Setelah tanjakan ekstream terlewat, kamipun kembali menaiki mobil melanjutkan perjalanan. Di masjid kami shalat dan makan bekal yang sudah disiapkan umi kak fatur. Dan lanjut perjalanan hingga malam tiba di rumah kak Fatur.

Setelah bersih ana shalat di mushala, trus tidur soalnya pusing banget. Biasanya kalau pusing begini buat tidur nanti bangun sudah sehat lagi. Ana sudah males makan, dan tidak ikut makan malam. Tapi tidurnya jadi klisikan... paginya terasa laper hhha... tapi Alhamdulillah, sudah ga pusing lagi...

Paginya ana, mb zahra, Mj, mas harun mas lanjar dan mas indraji ikut belanja bahan makanan buat umi masak. Dari Pasarpun kami masak untuk bekal perjalanan pulang. Sebelum pulang kami makan bakso sampurna, kemudian berfoto di masjid Tiban. Dari masjid kita berpisah dan pamitan dengan kak Fatur, Jazakillah.. buat kak Fatur dan keluarga. Semoga dimudahkan dan dilancarkan rizkinya... Amin... Kamipun melanjutkan perjalanan dan Alhamdulillah lancar..., sampai asrama pukul dua pagi hari Rabu.

Perjalanan yang menyenangkan, dan insyaAllah tak terlupakan... Banyak hikmah dari perjalanan ini...  

Selasa, 25 Februari 2014

Ekspedisi Ke Puncak Andong with TeMan2 KKN


“Kita kan belum pernah jalan-jalan nih... sebelum pulang ayoklah kita jalan-jalan”, ajak teman-teman putri. Hari Ahad tanggal 1 September 2013, akhirnya kami bertujuh Amri, Yoga, Mas Reksho, Nina, Luluk, Dea dan ana melakukan ekspedisi ke puncak Andong. Brian ga ikut karena sedang balek Jogja bikin plakat. Malam sebelumnya kami sudah berencana untuk bangun pagi-pagi jam 3. Emmm... padahal biasanya terik matahari menyongsong  baru pada bangun. Semuanya pada semangat... Yoga ,  anak yang ngaku suka naik gunung ini semangat banget. 

Pagi jam tiga Nina udah bangun, anak2 cewek juga pada semangat. Dan kamipun berangkat pukul 4 pagi sebelum Subuh. Dengan membawa bekal 4 botol air mineral, 3 butir jeruk dan 1 bungkus wafer dan sarapan pisang  kami berangkat. Setelah pamitan pada Bu Imah kami langsung tancap gas. Amri sama Nina, Luluk sama Yoga , Ana didepan sama Dea dan Mas Reksho sendiri... Udara dingin, angin yang cukup kencang dan kabut yang masih sangat tebal tak menggoyahkan semangat kami. Bener-bener menikmati suasana pagi yang indah, sinar-sinar lampu masih menyala di atas pegunungan. Indah sekali...

Namun tiba-tiba ditengah perjalanan ... sssttt berhentilah Amri dan Nina, Eh ternyata bannya bocor, hampir kecewa...ditengah sawah yang masih gelap harus menuntun motor.  Alhamdulillah tak jauh dari situ kami menemui warga dan bertanya ada tukang tambal ban atau tidak, dan Alhamdulillah tempatnya dekat namun harus ngetok pintu. Sembari menunggu nambal kami shalat Subuh di Mushala. Dan usut punya usut setelah tanya pada bapak yang ada disitu kita kebablasan jalannya, kalau terus bisa sampai Salatiga. Ternyata ada hikmah di balik bocornya ban motor. Kita jadi ditunjukkan jalan dan berhenti untuk segera shalat Shubuh.

Setelah melalui 3 kali tambal ban kerena bannya ternyata udah pernah bocor dan lepas tambalannya, kamipun melanjutkan perjalanan. Dengan modal bertanya, sampailah kami di kaki gunung Andong. Kami menitipkan motor ke warga dan mulai melakukan pendakian. Di kaki Gunung banyak tumbuh pohon pinus.. bagus banget. Jalan mendaki Puncak Andong tidak terlalu terjal namun cukup membuat jantung ini bedebar sangat kencang, napas tersengal dan harus berhenti untuk istirahat mengatur nafas. Berfotolah kami ketika perjalanan  mendaki gunung.

Di tengah perjalanan kami bertemu juga dengan anak-anak KKN unit lain, banyak juga ternyata yang melakukan pendakian. Tapi mereka turun, Kita baru mau naik ketemu juga sama Said. Di tengah perjalananpun sudah tampak pemandangan yang sangat indah...sekali. Kita bagaikan berjalan ditengah lautan awan... meski matahari sudah agak terasa hangat namun semangat kami tetap menyala.

Setelah melalui pendakian kurang lebih 1,5 jam sampailah kami di puncak Bukit Andong... Diatas tampaklah jelas megahnya  gunung Merbabu bersebelahah dengan Merapi dan disisi yang lain agak jauh tampak pula gunung Sindoro dan Gunung Sumbing... berada di atas awan putih yang cukup tebal, ditemani angin yang berhembus pelan dan matahari yang mulai menghangat, tampak nan indah ... mahakarya Sang Pencipta. Masya Allah...

Diatas kami berfoto, makan jeruk, dan yang paling gokil adalah Kita bikin video Harlem Shake di puncak Andong “ide Amri yang suka bikin video. Tak disangka Yoga yang pendiam itu gaya jogetnya aduh... gokil juga. Setelah puas foto di puncak dan menikmati indahnya pemandangan, kamipun segera turun untuk kembali ke Posko.

Tadi perjalanan mendaki ngos-ngosan dan turunnya membuat kaki gemetaran,,, Namun meski kaki terasa sakit, sangat puas dan rasanya terkalahkan  oleh  indahnya pemandangan yang dirasakan. Yang mah ga masalah, kami harus pelan-pelan. Luluk masih kuat, Nina turun sambil perosotan kerena memang agak licin, ana sempet gandeng dea pelan juga. Banyak warga menyapa, suka... disini warganya sangat ramah dengan pendatang...  

Ana seneng banget.... akhirnya harapan ana untuk bisa mendaki gunung Andong bisa terwujud. Karena tiap pagi ana hanya bisa memandang dari posko indahnya bukit itu dan dalam hati ana bertanya kapan ya.. bisa pergi ke bukit itu?, katanya bisa didaki. Dan akhirnya kesampaian juga, Alhamdulillah... terimakasih teman-teman...



About KKN (pART #2)

Hari Jum’at, 16 agustus kemarin ana balek lagi ke tempat KKN setelah kemarin dijeda libur Lebaran. Lumayan ada refreshing setelah jalan-jalan ke Bromo. Ana merasa KKN tahap kedua ini lebih banyak kegiatan dan merasa sudah lebih nyaman.

O iya..., disini ternyata banyak pemandangan yang indah, masyarakatnya ramah, setiap kali bangun pagi begitu terasa dingin. Setiap pagi ana melihat puncak pegunungan yang indah, setiap kali jalan ke Grabag ana menikmati pemandangan yang saaangat indah. Nampak merapi begitu indah nan kokohnya, tampak pegunungan Telomoyo... MasyaAllah indah sekali....,

Disini banyak sekali anak kecil... pada suka maen ke posko. Hari Ahad, 25 Agustus 13 kemarin kita ngadain lomba 17-an... lumayan seru...,

Tak terasa, sebentar lagi udah mau kelar nih.... Alhamdulillah program juga berjalan dengan lancar. Kok rasanya masih pengen tinggal ya..., udah jadi cukup deket. Meski unit ana aman ga ada “cinlok...” eh apa itu...? cilok kalie... ha enak itu...^^, kayanya semuanya kuat dengan karakter masing-masing. 

Ana yang dianggap kalem ini, dipanggil “mbak” sama semua temen-temen kecuali pak ketua. Karakter dari kami sepertinya aman, jadi ga ada cinlok seperti kebanyakan unit lain (afwan ya... yang baik aja kok yang ana tulis disini) pak ketua Mas Reksho dari Cirebon, jurusan elektro tapi juga pinter MIPA dengan gayanya yang maskulin dan ucapannya yang suka bikin ketawa..., Amri dari Pekalongan, anak yang suka menyebut dirinya “arsitek muda” karna memang usianya masih sangat muda, dengan gayanya yang lucu dan cerita imajinasinya yang tinggi cocok jadi arsitek... bikin kita terpingkal... dan Ok-nya ia yang paling tertib Shalatnya diantara cowok yang lain. Pengetahuan Islamnya juga banyak coz, ia anak pondok dari SMP. Yoga, anak Hukum dari Palembang yang tampaknya pendiam tapi kalau udah kenal ya...cukup rame, tapi memang paling diam diantara cowok yang lain, baik juga, suka masukin motorku kalau malem, terimakasih.... Brian, anak manajemen asli Jogja orangnya sepertinya teliti banget dan lengkap membawa 1 wadah obat-abatan dari ibunya. Hmmm, cukup membantu kalau ada yang sakit. Ceweknya ada Luluk, gadis akuntansi asli Jogja tapi kecil di Parakan Jateng ini berparas cantik dan paling bisa bersosialisasi, Nina, anak hukum juga dari Kalimantan tapi orang tua dari Jogja ; anaknya baik, paling rajin mencatat pokoknya sebenernya lebih cocok dia jadi sekertaris. Satunya lagi Dea, anak tekim asal Palembang yang satu ini paling pinter masak, suka masak yang unik-unik, ana jadi belajar bikin pem-pek dan tek wan darinya.

Terimakasih atas kerja samanya selama KKN, semoga silaturahim kita tetap berlanjut...



Ada beberapa tulisan lama yang pengen dipost...^^

About KKN...(part #1)

(jum’at, 2 Agustus 2013 @ Posko KKN)
Assalamu’alaikum..., Lama lah ana tak menyapa laptop nie... haha...

Selasa, 23 Juli 2013 lalu ana pelepasan KKN di belakang Masjid Ulil Albab tercinta. Wuihh... kata Pak rektor angkatan KKN Reguler 1 kali ini adalah peserta paling banyak. Pagi itu buaanyak sekali mahasiswa dengan berbagai macam barang bawaannya dilepas untuk melaksanakan KKN. Pagi itu ana bermalam di Masjid sebelum meninggalkan untuk sementara waktu. Malam sebelumnya ana persiapan dengan seperti biasa, miss simple. So, barang-barang yang dibawa ya Cuma yang simple, sepertinya paling simple diantara teman-teman satu unit. 

Ana sendiri dapat tempat KKN di Magelang, tepatnya di dusun Gabahan desa Banaran kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Alhamdulillah..., dapat tempat yang baik, poskonya juga sangat layak..., Ibu Imah sebagai pemilik Rumah sangat baik, seperti ibu sendiri. Beliau seorang janda, tinggalnya sendiri anak-anak beliau semua pergi merantau Cuma pas lebaran aja pulang. Ibu Imah sangat pandai memasak , waahhh... ana jadi banyak belajar dari beliau. Selain itu yang membuat ana kagum pada beliau, ternyata beliau ditinggal suaminya sudah lama sejak anak-anak beliau masih kecil dan sekarang anak-anak beliau bisa sukses bekerja diluar kota sehingga bisa memakmurkan beliau sebagai ibunya. Hebatnya lagi beliau ngaji Qur’annya bagus (dengar tiap ba’da shubuh), sepertinya beliau ini wanita yang sholehah, usianya memang sudah 55 tahun cucunya sudah dua. Tapi semangatnya patut dicontoh. Bu Imah orangnya juga agak pemalu tapi aktif di masyarakat, termasuk kader PKK. Beliau juga sangat menyayangi keluarga, kekeluargaannya bagus, sangat bersahaja dengan busana muslimahnya.      

Posko kami, unit 142 ini menjadi posko yang diirikan unit lain, secara tempatnya yang begitu bagus. Kami sering dikunjingi anak-anak dari unit lain bahkan dari desa lain. Disini banyak anak-anak, jadi kami membuat program bantu masyarakat ”bimbel”. Yah..., menyenangkan sekali meski ana mengajari sebisa ana aja. Tadi malam ana nyimak ngaji anak-anak, ada salah satu anak de’ Dita namanya. Dia anak kelas 5 SD, dan yang memotivasi ana adalah dia sudah hampir menguasai juz 30 Al Qur’an. Yah, hebat lah...,

Ana dapat temen-temen yang cukup baik, dengan sifat ana yang seperti ini mereka cukup memahami. Kami unit 142 itu anggotanya ada mas Reksho sebagai ketua unit, Brian, Amri, Yoga, Luluk, Nina, Dea dan ana. Tentang mereka,,,, (ana menuliskan kebaikannnya aja kalie ya ^-^...) senneng anak - anak cowoknya pada suka bercanda juga. Luluk yang  lebih berani ngomong, nina yang cuka mencatat dan friendly sama siapa aja, dea yang banyak pengalaman memasak..., ya tentunya banyak hikmah dibalik sebuah ketentuan dan kejadian. Awalnya memang agak canggung tapi stelah beberapa hari tinggal bareng ya... menjadi lebih akrab. 

O iya.., tepatnya jum’at lalu ana disusulin motor sama vivi dan MJ. Terimakasih ya...(jazakillah...). Kemarin pas berangkat ana memang naik mobil bareng teman-teman cewe’ . Sebenarnya memang nak bawa motor, e... ternyata jadi minta disusulin.

Tak terasa sudah sepuluh hari kita KKN..., Alhamdulillah sebagian program sudah jalan tinggal nanti melanjutkan habis lebaran. Hari Ahad besok, insyaAllah ana sudah berada di Jogja lagi. Masya Allah..., rindu dengan masjid, rindu dengan lantunan-lantunan ayat suci di semarak i’tikaf Ulil Albab..., Saudara-saudariku yang berjuang disana semoga diberikan kemudahan dalam menjalankan amanahnya, serta dimudahkan segala urusannya. Amin...