“Si Abu”
Ketika aku bangun pagi
Kulihat rintik-rintik, tapi bukan rintik air
Ketika kutengadahkan wajahku ke langit, sesuatu masuk ke mataku
Ternyata rintik itu, hujan abu...
Pagi itu tampak lebih gelap dari biasanya
Hingga beberapa jam hujan itu turun,
Ternyata ia telah menyapa seluruh kota Jogja dan sekitarnya
Kulihat daun-daun merunduk, bahkan adapula yang patah
tak kuasa menahan beratnya abu yang menutupi permukaannya
Ketika siang datang menjelang, matahari tak begitu tampak
Tapi dengan panasnya, sudah mengeringkan abu yang tadi pagi
sempat dibasahi gerimis
Siang itu begitu riuh dengan abu yang beterbangan
Di jalan-jalan, daun-daun, atap rumah...
Hingga harus membuat setiap orang yang keluar rumah
Memakai alat pelindung diri
Orang-orang membersihkan halaman rumah dan jalan-jalan
dari si abu yang satu
ini,
Dan hingga tiga hari dari turunnya abu ini,
kulihat di luar rumah, daun-daun masih lekat dengan abu
Atap rumah masih
tebal dengan abu
Ketika melewati jalan-jalan, masih banyak abu beterbangan
Semoga segera turun hujan deras, yang dapat membersihkankan
si abu ini
Gunung Kelud sedang bergolak,
Muntahan material yang keluar begitu dahsyat
Meski jarak berpuluh kilometer
Namun muntahan materialnya terbawa angin hingga Jojga
Itulah salah satu bukti kekuasaan Sang Maha Kuasa
# @home, “ menanti turun hujan ditengah-tengah debu abu”
Alhamdulillah, malam harinya hujan deras... J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar