Rabu, 28 November 2012

Merenungkan Keagungan-Mu


Bismillahirrahmanirrahim
Jum’at, 23 November 2012 @ kamar asrama 5:50 am

Tiada yang lebih indah dari nikmat Allah SWT. Di pagi hari yang baik ini ingin kuawali dengan yang baik pula. Pagi ini terasa sejuk, hawa dingin begitu terasa, melihat nuansa alam sekitar dari balik jendela kamar. Butiran embun dan air hujan masih menetes. Warna- warni bunga menyejukkan pandangan mata. Rasanya Subhanallah… sejuk pula hati ini memandangnya…
Sejenak kurenungkan betapa lemahnya manusia itu. Kalau kita mau hati-hati, setiap perbuatan kita harus benar2 tulus, ikhlas hanya mengharapkan ridho Allah SWT. Namun kadang hati ini lemah, mengikuti hawa nafsu. Setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan dan kelalaian. Terfikir omongan orang lain, mengharapkan yang lain padahal Allah telah menjanjikan yang lebih dahsyat… kalau kita memang ikhlas dan ridho dengan segala ketentuannya.
Tentu tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah jika Ia berkehendak. Bahkan seperti air di lautan dengan mudah bisa diluapkan, bumi bisa bigoncangkan.

Apabila langit pecah
Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan
Dan apabila lautan itu diluapkan
Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar
Maka tiap-tipa jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya

Begitulah dalam firman Allah, QS. Al Infithaar : 1-5 . Bahwa kuasa-Nya meliputi langit dan bumi beserta seluruh isinya. Difirmankan juga dalam QS. At Takwir : 1- 14

Apabila matahari digulung
Dan apabila bintang-bintang itu berantakan
Dan apabila gunung-gunung dihancurkan
Dan apabila unta-unta yang bunting itu dibiarkan (oleh pemiliknya)
Dan apabila binatang-binatang liar itu dikumpulkan
Dan apabila lautan itu diluapkan
Dan apabila ruh-ruh itu dipertemukan (dengan tubuh)
Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya
Sebab dosa apakah ia dibunuh?
Dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan) dibuka
Dan apabila langit itu dihilangkan (dikelupas)
Dan apabila neraka Jahim dinyalakan
Dan apabila surga itu didekatkan
Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah  dikerjakannya

Masihkah kita mau berbuat dengan niatan yang lain? Masihkah kita mengharapkan pujian orang lain? Masihkah kita terbuai dalam utopia (angan-angan belaka)?...
Sungguh hati ini lemah…, Allah yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Haturkan dalam setiap untaian bait do’a kita untuk senantiasa memohon perlindungan-Nya dari segala kelemahan. Semoga hati kita diberikan ketetapan yang baik. Serta bersyukur bahwa kita masih bisa mensyukuri nikmat-nikmat –Nya.

Minggu, 04 November 2012

menikmati Keagungan-Mu


 
Hangatnya malam
diiringi rintik hujan
sebuah oase di padang hati 
mampu menggoreskan tinta dari mata hatinya

sebuah perjuangan
yang akan tetap tegak
layaknya setiap insan
menegakkan tiang agamanya

dalam diam ini
kusimpan rasa, kusimpan asa
Harapan haruslah disertai dengan ikhtiar
yang adanya bergelora

cukup Allah yang tahu
dan besar harapanku atas ridho-Nya
supaya hati ini tetap kokoh menjaga fitrahnya

meski lisan ini belum cakap merangkai kata
namun hati ini senantiasa berusaha
untuk mengagungkan asma-Nya

By : ~eRni~