Bismillahirrahmanirrahim
Jum’at, 23 November 2012 @
kamar asrama 5:50 am
Tiada yang
lebih indah dari nikmat Allah SWT. Di pagi hari yang baik ini ingin kuawali
dengan yang baik pula. Pagi ini terasa sejuk, hawa dingin begitu terasa, melihat
nuansa alam sekitar dari balik jendela kamar. Butiran embun dan air hujan masih
menetes. Warna- warni bunga menyejukkan pandangan mata. Rasanya Subhanallah…
sejuk pula hati ini memandangnya…
Sejenak
kurenungkan betapa lemahnya manusia itu. Kalau kita mau hati-hati, setiap
perbuatan kita harus benar2 tulus, ikhlas hanya mengharapkan ridho Allah SWT.
Namun kadang hati ini lemah, mengikuti hawa nafsu. Setiap manusia tidak pernah
luput dari kesalahan dan kelalaian. Terfikir omongan orang lain, mengharapkan
yang lain padahal Allah telah menjanjikan yang lebih dahsyat… kalau kita memang
ikhlas dan ridho dengan segala ketentuannya.
Tentu tidak
ada yang tidak mungkin bagi Allah jika Ia berkehendak. Bahkan seperti air
di lautan dengan mudah bisa diluapkan, bumi bisa bigoncangkan.
Apabila
langit pecah
Dan apabila
bintang-bintang jatuh berserakan
Dan apabila
lautan itu diluapkan
Dan apabila
kuburan-kuburan dibongkar
Maka
tiap-tipa jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang
dilalaikannya
Begitulah
dalam firman Allah, QS. Al Infithaar : 1-5 . Bahwa kuasa-Nya meliputi langit
dan bumi beserta seluruh isinya. Difirmankan juga dalam QS. At Takwir : 1- 14
Apabila
matahari digulung
Dan apabila
bintang-bintang itu berantakan
Dan apabila
gunung-gunung dihancurkan
Dan apabila
unta-unta yang bunting itu dibiarkan (oleh pemiliknya)
Dan apabila
binatang-binatang liar itu dikumpulkan
Dan apabila
lautan itu diluapkan
Dan apabila
ruh-ruh itu dipertemukan (dengan tubuh)
Apabila
bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya
Sebab dosa
apakah ia dibunuh?
Dan apabila
catatan-catatan (amal perbuatan) dibuka
Dan apabila
langit itu dihilangkan (dikelupas)
Dan apabila
neraka Jahim dinyalakan
Dan apabila surga
itu didekatkan
Maka
tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah
dikerjakannya
Masihkah
kita mau berbuat dengan niatan yang lain? Masihkah kita mengharapkan pujian
orang lain? Masihkah kita terbuai dalam utopia (angan-angan belaka)?...
Sungguh hati
ini lemah…, Allah yang Maha membolak-balikkan hati manusia. Haturkan dalam
setiap untaian bait do’a kita untuk senantiasa memohon perlindungan-Nya dari
segala kelemahan. Semoga hati kita diberikan ketetapan yang baik. Serta bersyukur bahwa kita masih bisa mensyukuri nikmat-nikmat
–Nya.