3 Malaam I’tikaf
14 Agust. 13 @home
Ketika
itu hari ahad 4 Agustus 2013, ana pulang dari tempat KKN. Huuh... rasanya
pengen sekali cepet tiba di ULIL..., ^^naik motor. Pas sampai di hampir per4an Degolan
itu, ana melihat dari kejauhan megahnya kubah kuning....hoou langsung mata ini
berkaca-kaca, masyaAllah... kangeeeen banget... sudah bener-bener ana
menyiapkan diri dan hati ini untuk beri’tikaf 3 malam terakhir Ramadhan ini.
Maklum ditempat KKN ibadahnya belum bisa maksimal, tarawih 23 rakaat 30 menit...
^sedih Cuma ikut sekali. Pas sampai di depan ulil itu, “Ulil... ana
merindukanmu “, ^tampak megah nan indah kulihat kubah kuning yang diselimuti
awan diatasnya, menambah keindahannya....
Setelah
tiba di asrama, “Assalamu’alaikum,” dengan semangat ana ucapkan... Neli
menyambut yang sedang di kamar chacha siap-siap mau pulang mudik sorenya. Habis
itu masuk kamar, Subhanallah... kecewa super berantakan, lemari + isinya
terbuka dan acak-acakan. sudah ditinggal bersih kok pulang kondisinya begitu
Tapi ya sudahlah..., Masuk kamar mandi haduh... super kotor... kenapa begini, akhirnya
ana juga harus turun tangan.
Sudah
selesai bersihkan diri, uhhh seger rasanya. Diajak mb Za beli gorengan buat
pembatal. Pergi kedepan boulevart yang masih cukup ramai meski mahasiswa sudah
banyak pulang. Pas mau nyebrang ketemulah dengan mas Lanjar dan Mas Chepy,
Langsung senyum terlepas dari bibir ana. Rasanya seperti bertemu dengan
saudara, sungguh.... menyapalah mereka...”ehhh, mb erni tho...Alhamdulillah
tambah personil” kata mas Lanjar, kaREna memang sudah banyak yang yang pulang.
Mas chepy juga menyapa...eh tertnyata ia lagi ada tragedi sama mb zahra, pastes
agak aneh sikapnya. Sudah pergilah mereka... Pas menyiapkan takjil, bertemulah
ana dengan teman-teman, rasanya seneng sekali... jadi semangat.
Alhamdulillah,
Akhirnya ana bisa melewati 3 malam terakhir i’tikaf. Acung jempol buat
teman-teman yang telah mempersiapkan dengan begitu detailnya. Tidak jauh
berbeda dengan tahun sebelumnya jama’ahnya begitu banyak, sekarang juga lebih
tersrtuktur. Ustad-ustad ternama beri’tikaf di Ulil ternyata. Ada ustadz Awan,
Ust. Fatan, Ust Faudzil dan gurunya dan tentunya Ust. Ulin yang juga menjadi
imam qiyamullail.
Ketika
itu kulewati malam ke-28, habis tarawih baca Qur’an sebentar dan tertidur masih
lelah perjalannan KKN. Bangun sampai shalat Lail... inilah yang ana tunggu-tunggu,
lantunan ayat suci yang dibacakan ust. Ulin begitu menggetarkan kalbu. Meski bacaanya
panjang tapi begitu khusyu’ dengan suaranya yang begitu menyentuh hati. Malam
itu dibacalah surat Al Mujadalah di rakaat pertama shalat, dilanjutkan surat
lain juz 28 di rakaat yang lain.
Malam
ke-29, habis shalat tarawih ana tetidur kemudian terbangun sekitar pukul
sebelas. Lalu kuambil air wudhu, dan ana baca Al Qur’an hingga pertengahan
malam. Trus ana pengen istirahat... ngambil snack dulu ah... eh ada mb Endang
duduk disamping jendela yang juga sedang makan snack. Akhirnya kami ngobrol
sebentar sambil makan tanggo coklat... “Penasaran lho dek,,, bagaimana ya
keadaan saat malam lailatul qadar itu turun”,
kata beliau. “Iya ya Mb.. gimana ya tanda-tandanya?”,tanyaku. Kata
beliau tandanya itu, malam terasa tenang kemudian pagi harinya matahari tidak
panas juga tidak mendung. “Kok tadi sore itu tumben juga hujan, kan selama sepuluh
hari terakhir ini belum ada turun hujan, apakah ini tanda akan turun lailatul
qadar”, kata beliau dengan gayanya yang sangat ramah dan semangat. Sangat suka,
beliau sangat baik... dan paginya memang matahari nampak berbeda, apakah memang
malam itu turun lailatul qadar? Wallahu’alam... , Dan malam itu dibaca surat Al
Mulk pada rakaat pertama qiyamullail dan surat lain juz 29. ==
Akhirnya
tibalah malam terakhir bulan ramadhan, malam ke-30. Dibacalah surat di juz
30 saat qiyamullail. Selesai shalat qiyamul
lail, benar-benar tak tertahan melelehlah butiran air mata ini... sebelumnya
pas shalatpun ana juga tak kuasa menahan air mata ketika dibaca surat Abasa,
Ingat ayat yang artinya kelak di hari
akhir kita tidak akan peduli pada siapapun... kita akan terpisah dari ibu, ayah
dan kerabat kita... ditambah surat – surat lain yang banyak menggambarkan hari
kiamat... Hmmm langsung meleleh air mata..., Masya Allah, memang tidak ada daya
dan kekuatan Kecuali Allah Yang Maha Kuasa.
Ditambah lagi, ramadhan yang ternyata telah usai tahun ini. Semoga
dipertemukan kembali di ramadhan tahun depan dengan keadaan yang lebih baik.
Amiin..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar