Kamis, 06 Desember 2012

Merenungkan Keagungan-Mu 2


Uneg2 …
All About Chemistry (Islamic Sains)
 By :  ~eRni~




Sekilas mendengar  kata “chemistry” apakah yang terlintas dibenak kita…? Tidak semua kimia itu berbahaya. Chemistry atau kimia sederhananya merupakan komponen yang ada dalam kehidupan manusia. Karena sesungguhnya manusia dan yang ada di sekitarnya adalah benda-benda kimia. Mulai dari yang tidak tampak oleh mata sampai yang seluas bumi beserta seluruh isinya. Katakanlah mulai dari partikel sekecil atom dipelajari dalam ilmu kimia ini sebegitu detailnya. Partikel air (H2O) yang merupakn kebutuhan utama manusia, sumber kehidupan manusia. Penyusun tubuh terbesar juga air, Keajaiban air, dan banyak sekali keistimewaan air, dalam ilmu kimia air merupakan pelarut polar (berkutub) yang molekulnya terdiri dari  hydrogen dan Oksigen. kalau mau membicarakan tentang air saja sudah akan banyak sekali. Udara yang terdiri dari berbagai macam susunan  seperti oksigen (O2) yang diperlukan makhluk hidup untuk respirasi.

Itu tadi dari partikel-partikel yang tidak dapat kita lihat. Kalau dari yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari seperti makanan misalnya nasi. Nasi itu mengandung apa ya… glukosa yang dapt dirubah menjadi energy dengan proses metabolisme tubuh. Lauknya tempe mengandung protein sebagai zat pembangun dan isoflavon yang merupakan anti radikal bebas. Sayurnya bayam banyak mengandung zat besi. Lho…, malah ngomongin makanan…jadi lapar…Dari bahan kimia ini juga dikembangkan menjadi obat-obatan (farmasi) yang bisa diambil dari tumbuhan misalnya daun pepaya yang mengandung alkaloid, mebuatnya terasa pahit. Kalau orang Jawa sering dijadikan jamu.

Selain kimia dari bahan alam ada juga kimia sintetis atau bahan kimia yang sengaja bibuat untuk kepentingan manusia. Seperti polimer contohnya plastic, dari yang berat jenisnya rendah sampai yang berat jenisnya tinggi banyak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman, pakaian, peralatan dapur, alat2 elektronik, karet untuk ban kendaraan dan masih banyak lagi yang lainnya. Kalau mau dikaji lebih dalam lagi tubuh kita ini juga merupakan komponen kimia yang di dalamnya banyak sekali terjadi mekanisme reksi kimia. Dari metabolisme tubuh seperti pencernaan, pernapasan/respirasi sampai pengikatan hemoglobin oleh darah dengan adanya oksigen dari proses respirasi itu sendiri. Enzim sebagai biokatalis, hormone yang mempengaruhi system kerja tubuh dan banyak lagi yang lain. Yang ini Ilmu kedokteran lebih mendalami…

O… iya adalagi istilah kimia yang sering digunakan dalam bahasa keseharian atau bahasa kerennya mungkin. Contohnya istilah ‘chemistry’ yang sering dikaitkan dengan hubungan seseorang. Maksudnya bahwa ini identic dengan berpasangan. Kata ibu dosenku,“electron itu akan lebih stabil jika berpasangan”,  kata bapak guruku, “yang berpasangan itu seperti molekul yang sudah bersenyawa tidak hanya bercampur sehingga akan sulit untuk dipisahkan”. Ada juga kata ‘solid’ , kalau kata pak ketua takmir  “jaga kesolidan kita”! Sebenarnya solid itu artinya zat padat, maksudnya zat padat memiliki molekul yang rapat dan memiliki ikatan yang kuat sehingga molekulnya tidak mudah lepas. Nah lho…Jaga kekompakan dan kebersamaan.

Intinya banyak sekali yang akan dipelajari dari ilmu kimia ini karena semua yang ada disekitar kita itu adalah benda kimia bahkan ada nama kimianya selain dari nama yang biasa dikenal orang. Misalnya botol plastic (polipropilena), karet(polistirena), kayu(sellulosa). Dan tujuan akhirnya untuk apa sih kita belajar kimia….? eits… jangan salah…, karena muara ilmu kimia ini dapat kita kembalikan lagi dalam kitab suci Al Qur’an. Jauh sebelum para penemu itu menemukan teori atom, rumus-rumus yang begitu rumit, senyawa-senyawa yang memberikan manfaat bagi kehidupan manusia dalam Al Qur’an telah tercantum. Bahkan tidak hanya ilmu kimia saja tapi semua ilmu itu bersumber pada Al Qur’an. Jadi menuntut ilmu apapun itu kalau kita mau bertafakur lagi akan memberikan kesadaran untuk kita bahwa begitu luasnya ilmu Allah itu. Masya Allah…

 
(yang ini dikutip dari sebuah pendahuluan dari UNS)
Kimia koordinasi dapat diterangkan dengan beberapa teori, antara lain teori ikatan valensi, teori medan kristal dan teori orbital molekul. Masing-masing teori mempunyai keunggulan dan kelemahan, demikian keterbatasan manusia dalam menerangkan ciptaan Allah SWT, Ilmu manusia sangatlah kecil dibandingkan dengan ilmu Allah seperti tertulis dalam Al Qur'an surat Ath Thalaq ayat 12
"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu "Maka janganlah kita takabur atau menyombongkan diri karena takabur atau sombong adalah sifat iblis sebagaimana diceriterakan dalam Al Qur'an surat Al Baqoroh ayat 34.
Bagaimana atom-atom tersusun secara teratur membentuk suatu kristal? Siapa yang mengaturnya?
Atom-atom yang tidak dapat berfikir saja bisa teratur, mengapa kita makhluk yang sempurna tidak bisa teratur ? Allah SWT menyukai barisan orang yang teratur sebagaimana tertulis dalam Al Qur'an surat 61 As Shaff ayat 4. "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh"

Ion pusat memiliki orbital kosong sedang ligan memiliki pasangan elektron bebas, ion pusat dan ligan merupakan pasangan yang khas dalam kimia koordinasi sebagaimana pasangan kation (ion bermuatan positif) dengan anion (ion bermuatan negatif), pasangan suami dan istri, putik dengan benang sari serta jantan dengan betina. Pasangan-pasangan demikian telah tertera dalam Al Qur'an surat ke 51 Adzdzariyaat ayat 49 "Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah"

Bagaimana ikatan peptida dalam asam amino atau protein tertentu terpotong-potong? Perhatikan peran Zn dalam menjerat asam amino yang mengandung gugus phenil yang terpotong ikatan peptidanya sebagaimana orang menyembelih kambing atau sapi kaki-kakinya diikat dan lehernya disiapkan agar mudah dipotong. Zn bernomor atom 30 termasuk golongan transisi dan kebanyakan kompleksnya berstruktur tetrahedral, inilah salah satu faktor bagi Zn yang dapat berperan dalam pemutusan ikatan peptida. Meskipun hanya dalam jumlah yang kecil, Zn ini sangat diperlukan bagi tubuh manusia. Bayangkan bagaimana jika menyembelih kambing atau sapi dengan tidak mengikat kakinya.

Demikian pula Zn dalam mengikat hystidin dan sistein membentuk kompleks tetrahedral. Dalam kompleksnya Zn2+ seringnya berstruktur tetrahedral, karena tetrahedral memang sifat dasar Zn2+ sebagaimana manusia juga mempunyai sifat dasar keluh kesah dan kikir sebagaimana tertulis dalam Al Qur'an surat 70 Al Ma'aarij ayat 19 "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir"

Betapa hebatnya Allah SWT yang telah menciptakan alam beserta isinya lengkap dengan mekanisme yang sempurna. Dalam Qur’an surat Al Alaq ayat 1 "Bacalah dengan nama Tuhanmu Yang menciptakan" Maksud ayat ini, manusia diperintah oleh Allah SWT untuk mempelajari ciptaan-ciptaan Allah yang ada. Ciptaan-ciptaan tersebut ditunjukkan kepada manusia untuk dipelajari dan digunakan untuk kesejahteraan manusia, misalnya :
Burung sebagai inspirasi dalam pembuatan pesawat terbang
Ikan hiu sebagai inspirasi dalam pembuatan kapal selam

Telah kita ketahui bahwa khlorophyl membantu tumbuhan mensistesis karbohidrat dari karbon dioksida dan air. Disini disertai terjadinya perubahan energi dari energi matahari menjadi energi kimia. Karbohidrat dibakar oleh tubuh menjadi energi panas yang kita gunakan untuk menjaga suhu tubuh tetap konstan dan juga untuk energi gerak. Di alam ini selalu terjadi perubahan energi sesuai hukum kekekalan energi yang berbunyi : "Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan tetapi hanya terjadi perubahan bentuk energi"

Inilah keterbataan manusia bahwa manusia tidak dapat menciptakan sesuatu dari yang belum ada menjadi ada Berbeda dengan Allah SWT, bila Allah menghendaki sesuatu jadi maka jadilah sebagaimana tersurat dalam Al Qur'an surat 6 Al An'aam ayat 73 : "Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui"

So… Tetap semangat untuk menuntut ilmu. “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat”, Karena ilmu itu begitu luas maka teruslah menuntut ilmu. HAMASAH…!