Jumat, 28 September 2012

Semangat untuk terus belajar...!!!


Dari Buku “Prophetic Learning” Karya Dwi Budiyanto

Agar belajar menjadi berkah :
1.       Motivasi yang ikhlas (ikhlas an-niyyah)
Dalam belajar yang harus melandasi adalah mencari keridhaan  Allah,bukan karena dorongan motivasi lain.
2.       Belajar dengan sebaik-baiknya (itqan al-‘amal)
3.       Pemanfaatan hasil usaha (belajar) dengan tepat (jaudah al-ada’)
Yakni dimanfaatkan untuk kepentingan Islam dan umat Islam serta masy umum.

Cognitive setting (penataan pikiran) akan menentukan mental setting (penataan mental,kepribadian). Ibnu Al-jauzi, “Barang siapa menggunakan pikirannya yang jernih,hal ini menunjukkan bahwa ia sedang mencari kedudukan yang mulia dan menghindari kekurangan dalam segala hal.”

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Masing-masing ada kebaikannya. Bersemangtlah untuk mengerjakan sesuatu yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah dan jangan merasa tidak mampu. Kalau tertimpa sesuatu,janganlah mengucap: ‘Seandainya saya berbuat begini tentu akan terjadi begini dan begitu,tetapi katakanlah,’Apa yang ditetukan Allah dan apa yang dikehendaki-Nya pasti akan terjadi. Karena kata ‘seandainya’ itu akan memberi jalan kepada setan.”

Program Ikhtiari: Peneguhan diri
1.       Harus positif
Kita perlu memiliki afirmasi positf untuk mempertegas kemauan kita dalm belajar, bahwa sesungguhnya kitapun bisa untuk menguasai banyak bidang keilmuan.
2.       Menggunakan kallimat dengan waktu sekarang
Gunakan kalimat, “InsyaAllah, sejak saat ini aku harus rajin belajar dengan gigih dan ulet.”
3.       Perlu menyertakan keterlibatan psikologis
Kita perlu melibatkan emosi kita ketika mengucapkannya. Oleh karena itu kata-kata yang kita ucapkan sebaiknya  mesngandung dorongan untuk berprestasi dan optimism yang tinggi.
4.       Yakinlah bahwa Allah akan menolong hamba-Nya
Selalu berpikirlah positif,sebab Islam menghendaki demikian.

Program Ikhtiari: Cerdas dalam berdoa
1.       Iringi doa dengan kegigihan dalam belajar.
2.       Pnjatkandoa dengan pikiran dan emosi positif.
3.       Hindari kemaksiatan dan segala makanan yang diharamkan  Allah. Ia akan mengahalangi psngabulan doa, penghalang bagi akal dan jiwa kita untuk memahami ilmu.
4.       Berdoalah dengan kekhusukan, keikhlasan, kesungguhan , dan menyertakan hati secara penuh pada Allah.

Langkah dalam menata mental :
1.       Menumbuhkan kemauan (al Iradah)
·         Obsesi dan Kuriositas
·         Cinta
·         Muraqabah (perasaan selalu diawasi Allah)
·         Gerak
2.       Melahirkan Efikasi Diri
Keinginan yang kuat untuk sukses, yang muncul dari keyakinan diri
 3.       Mendayakan Kesabaran
·         Sabar dalam menghadapi kekurangan sarana
·         Kesabaran dalam menangkal godaan selama belajar
·         Kesabaran dalam memahami materi

Kesusahan tidaklah konstan, ia akan segera beralih menjadi kemudahan jika seseorang sanggup bertahan dan menunda kepuasan.

Perbutan maksiat dapat menyebabkan 2 hal dalam proses belajar seseorang:
1.       Menurunkan kemampuan mengingat,menjadikan mudah lupa
2.       Melemahkan kemauan seseorang terutama dalam berbuat kebaikan (QS. Taha[20]:115)
Hasyim Asya’ari dalam Adabul ‘Alimwa al-Muta’allim memberikan saran dalam pengelolaan waktu belajar :
1.       Jangan menyia-nyiakn waktu dalam belajar
2.       Waktu terbaik menghafal adalah waktu sahur atau mejelang Subuh
3.       waktu terbaik membahas pelajaran adalah pagi hari
4.       Waktu terbaiki menulis adalah siang hari
5.       Sementara kegiatan muthala’ah (mengkaji pelajaran)dan mudzakarah (berdiskusi) sangat efektif dilakukan pada malam hari

Program Ikhtiari:
1.       Lakukan pekerjaan yang tidak biasa yamg menunjang pengembangan diri anda.
2.       Berlkulah aktif saat belajar, baik di kelas ataupun sendiri
3.       Lakukan aktivitas intelektual yang menantang sepanjang hidup seperti membaca, menulis dan berpikir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar