Rabu, 26 September 2012

Asa hati...


MENGGAPAI KEBERKAHAN HIDUP DENGAN TASBIH-TASBIH CINTA

“Dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging yang apabila ia baik maka baiklah seluruh amalnya dan apabila ia buruk maka buruklah amalnya ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.”

Begitulah dikatakan dalam sebuah hadist yang mengisyaratkan kita untuk menjaga hati. Kiat-kiat menjaga hati dalam praktiknya memang perlu ketulusan dalam menerimanya. Dalam setiap langkah perbuatan kitapun harus hati-hati menjaga niat. Bahkan seorang salaf mengatakan,” sesungguhnya barang siapa yang mempersaksikan dirinya telah ikhlas maka sungguh dia masih butuh untuk ikhlas lagi.” Itu baru menjaga hati dalam meluruskan niat setiap perbuatan kita. Belum lagi menjaga seperti dengki,riya’,ujub,sombong dan penyakit-penyakit hati lainnya. Na’udzu billahi min dzalik
Semua yang ada di hati kita,otak kita dan pikiran kita akan dimintai pertanggungjawaban. Allah SWT tidak menciptakan dengan sia-sia. Semua akan penuh makna dan hikmah yang dapat diambil jika kita mau untuk merenung dan memikirkan kebesaran Allah.

Saudaraku, adakah yang lebih indah dari sempurnanya gambaran semesta, indahnya lukisan alam, elok rupawan  hamparan bumi, serta teraturnya orbit tata surya? Adakah yang lebih baik dari kasih sayang-Nya? Hanya Allah yang selalu menawarkan pahala setiap waktu, menjamin rizki dan menjaga kita mulai dari pejaman mata sampai bangunnya kelopak dari singgasananya. Dengan bimbingan-Nya lah kita tidak salah nelangkah, mata kita terjaga dari dosa, perut terhindar dari makanan haram, terputus jalinan dari sahabat yang buruk serta terlepasnya lisan dari perbincangan yang sia-sia. Subhanallah,begitulah setiap keindahan semestinya membuat kita bertasbih. (Yus Ibnu Yasin dalam karyanya Membumikan Cinta)

Terkadang kita terlalu disibukkan dengan urusan kampus, kantor ataupun pekerjaan yang sifatnya duniawi atau bahkan sampai ada yang menggunakan kecurangan hanya untuk mendapatkan sesuatu yang sifatnya fana ini.Hal ini dapat terjadi karena  tidak diimbangi dengan mengisi ruhiyah kita, sehingga orang hanya terpaku pada tujuan yang sifatnya duniawi. Padahal semua yang bersifat duniawi ini harusnya menjadi sarana guna menggapai akherat kita. Tak terkecuali niat di setiap perbuatan kita.  Misalnya saja sebagai mahasiswa tujuannya adalah menuntut ilmu yang kelak akan diaplikasikan untuk kemanfaatan umat. Seorang yang bekerja tujuannya agar menjadi orang yang mampu sehingga tidak membebani orang lain  dan dapat membantu sesama. Maka hendaknya disetiap awal aktivitas, kita niatkan karena Allah. 

Ilmu yang kita pelajari baik ilmu duniawi seperti matematika,kimia,fisika, dan ilmu-ilmu sosial yang sifatnya fardhu kifayah maupun ukhrowi  seperti tauhid,ibadah dan akhlak yang bersifat fardhu ‘ain. Ilmu agama ini yang harus kita pegang terlebih dahulu karena orang yang telah mendalami ilmu agama dengan baik akan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperolehnya.

Keberkahan hidup ini dapat  diperoleh kalau kita mampu mensyukuri nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan Allah, ikhlas dalam setiap amal. Bersyukur adalah sikap yang harus  ada dalam diri setiap insan beriman, baik dalam kondisi lapang maupun sempit.  Seperti pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak “ setiap insan pasti dianugerahi kelebihan dan kekurangan, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Tekadang kita masih suka mengeluh dengan keadaan kita padahal di ujung dunia sana ada yang lebih kekurangan. Sunggguh banyak sekali nikmat-nikmat Allah yang telah dianugerahkan untuk kita. Yang utama adalah nikmat iman dan islam ini, nikmat sehat dan waktu lapang, nikmat bisa menuntut ilmu dan masih banyak lagi nikmat yang tak dapat dihitung. Bahkan dari setiap hela nafas kita itu adalah nikmat,bayangkan saja jika harus menggunakan tabung oksigen namun kita dapat menghirup oksigen dengan bebas tanpa harus mengeluarkan uang.  seperti dalam firmanNya “Jika kamu bersyukur Allah akan menambah nikmat dan jika kamu kufur maka sesungguhnlya azabKu sangat pedih”. Maka dari itu bersyukurlah dengan karunia yang telah Allah SWT anugerahkan. Syukur itu dapat diwujudkan dengan lisan kita,kemudian diwujudkan dalam tindakan sebagai pendukung rasa syukur itu.
Ketika masalah datangpun maka ingatlah Allah, Karena segala sesuatu itu datangnya dari Allah maka dalam keadaan bagaimanapun dan kapanpun harus ingat Allah SWT. Waktu adalah salah satu nikmat Allah yang sering dilalaikan. Pepatah mengatakan “waktu adalah pedang”, ia akan mengancam kita kalau tidak dipergunakan dengan baik. Kita harus lewati setiap detik waktu yang telah dianugerahkankan  ini dengan sesuatu yang bermanfaat. Tentunya dengan senantiasa berdzikir setiap saat. Biasanya yang sering dilalaikan adalah ketika waktu luang, maka gunakanlah untuk hal yang bermanfaat seperti membaca, menulis dan berpikir. Berpikir disini adalah memikirkan tentang diri kita, alam semesta yang dimaksudkan untuk muhasabah dan taqarrub illallah. 
Dari apa yang sudah dipaparkan intinya dalam hidup ini kita harus senantiasa memperbaiki akhlak kita. Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa Sebaik-baik iman seseorang adalah yang paling baik akhlaknya. Disamping itu tentunya kita juga harus senantisa memperbaiki ibadah kita, baik ibadah mahdhah maupun ghairu mahdhah. Meningkatkan ibadah wajib ditambah dengan ibadah – ibadah sunah seperti shalat malam, puasa sunah, sadaqah dan masih banyak lagi yang lainnya. Dan kalau sudah bisa mempraktekkannnya maka diperlukan istiqamah untuk menjalankannya
InsyaAllah kalau niat kita baik maka hasil yang kita peroleh juga akan baik. Kadang sesuatu itu datang tanpa kita sangka – sangka , Kebaikan itu datang dari kebaikan,jadi jangan pernah lelah untuk melakukan kebaikan. Sibukkanlah diri dengan kebaikan…

Waallahua’lam bishawwab

Semoga tulisan ini bermanfaat…Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar